| Senin, 19 Nopember 2007 | SEMARANG |
Taruna PIP Tewas, Jatuh dari Lantai IISEMARANG- Seorang taruna tingkat satu Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang tewas karena terjatuh dari ketinggian sekitar 8 meter lantai dua Barak Kompi B kampus itu, Sabtu (17/11) malam sekitar pukul 23.00. Taruna semester satu tersebut bernama Muhammad Nur Sidiq Sasongko (19) yang beralamat di Kopat, Karangsari, Pengasih, Kabupaten Kulonprogo. Pemuda tersebut menghembuskan napas terakhir ketika menjalani perawatan di RS Roemani, Minggu (18/11) sekitar pukul 01.00. Dari keterangan rekan korban, sebelumya ada empat taruna yang merokok di atas plafon. Di dalam kampus PIP terdapat larangan merokok, sehingga tak sedikit taruna yang sering curi-curi waktu merokok. Karena takut ketahuan, Sidiq bersama tiga rekannya, Thomas Winarno (18), Andika Purwa Gumilar (18), dan Arya Putra Hadinata (18) memilih tempat merokok di plafon di atas kamar mandi Barak Kompi B itu. Beberapa saat sebelum kejadian, Andika kembali ke kamarnya, sedang tiga rekannya masih di atas plafon. "Tak berselang lama saya mendengar suara keras seperti atap roboh, ternyata Sidiq terjatuh." Rupanya saat merokok, Sidiq memilih plafon yang paling ujung dengan harapan tidak ketahuan perwira. Saat itulah korban menginjak sebuah ternit yang kemudian jebol. Tubuh Sidiq langsung jatuh ke lantai satu. Luka Parah Benturan keras tersebut mengakibatkan luka di badan, kepala, pelipis kanan, dan bibir. Mengetahui korban terjatuh, rekannya segera menghubungi perwira yang bertugas. Sidiq kemudian dibawa ke rumah sakit, namun nyawanya tak bisa diselamatkan. Pihak kampus segera menghubungi Polresta Semarang Selatan. Dipimpin Kanit II Reskrim Iptu Supriyanto, beberapa petugas mengadakan olah TKP dan memasang garis polisi di areal tersebut. Pembantu Direktur I PIP, Edi Warso Purnomo menyatakan, kematian salah seorang taruna di kampus itu adalah murni karena kecelakaan. "Dari hasil pemeriksaan polisi dan rumah sakit, itu murni karena kecelakaan," tuturnya. (H23,H40-18) |