logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 19 Nopember 2007 SEMARANG
Line

Tertangkapnya Jambret "Shogun Biru" (1)

Jl Erlangga Jadi Tempat Favorit

Aksi kawanan jambret yang dikenal dengan sebutan Kelompok "Shogun Biru", akhirnya diringkus petugas Unit Jatanras Polwiltabes Semarang. Mereka boleh dikata cukup lihai. Selain setahun selalu lolos, mereka juga telah memakan korban lebih dari 30 orang. Bagaimana kawanan jambret yang dipimpin Chris Yulianto ini beraksi, wartawan Suara Merdeka Fahmi Z Mardizansyah dan Adi Prianggoro melaporkannya berseri, mulai hari ini.

IBARAT, sepandai-pandainya tupai melompat toh akhirnya jatuh juga. Begitulah kira-kira, adagium yang laik disandingkan kepada Chris Yulianto alias Kerok (27). Dia adalah otak di balik serangkaian aksi jambret yang terjadi di sejumlah lokasi di Semarang.

Meski puluhan kali berhasil kabur usai merampas tas milik para korbannya, warga Jl Plamongan Elok Raya 680 RT 5 RW 10, Semarang, itu kemarin dibuat tak berdaya oleh petugas Unit Jatanras Polwiltabes Semarang.

Dia ditangkap berikut barang bukti motor Shogun biru H-6942-ER, dan 10 ponsel berbagai merek hasil njambret selama satu tahun belakangan. Dua orang anak buahnya, Budi Waluyo (24) dan Eko Budianto (25), juga ikut diamankan. Sementara seorang pelaku lainnya buron.

Selama ini, mereka sangat meresahkan masyarakat. Kalau ditotal jumlah korban, kemungkinan ada 37 lebih. Namun yang diakui Chris hanya 27 kali aksi. Kebanyakan, dilaksanakan di Jl Erlangga Raya. Tentu ada alasan kenapa jalan itu dipilih Chris cs.

"Sebab di jalan itu kalau pagi atau malam sering sepi. Lagi pula banyak mahasiswi yang mau ke kampus," kata Chris ketika ditanya Kasat Reskrim Polwiltabes Semarang AKBP Agus Rohmat SIK SH MHum, Minggu (18/11).

Memang, tak semua dilakukan di Jl Erlangga Raya, ada juga aksi di Jl Arteri Soekarno Hatta, Jl Majapahit, Jl Kyai Saleh, kawasan Kampung Kali, Jl Pemuda, depan Wonderia, dan Jl Peterongan. Itu baru sebagian, belum semuanya.

Namun, dari sekian banyak, di Jl Erlangga Raya-lah yang sering terjadi. Bahkan, seorang rekan wartawan, saat digelar kasus tersebut kemarin siang berujar, "Oo, iki tho wonge. Kowe ngerti rak, aku wes bosen nulis (Oo, ini orangnya. Kamu tahu tidak, aku sudah bosan menulis-red) berita korban jambret Shogun biru di Jl Erlangga," kata rekan wartawan tersebut.

Wajar jika, dia bilang begitu. Bagi wartawan yang biasa nyanggong di Mapolwiltabes Semarang, kalau ada wanita melapor jadi korban jambret, langsung dibilang begini; pelakunya naik motor Shogun biru ya, di Jl Erlangga Raya kan? Tak jarang, korban lantas menukas, "Lho kok tahu?"

Lihai dan Berani

Dalam aksinya, tersangka boleh dikata cukup lihai dan berani. Dikatakan, lihai karena dari puluhan itu, tak ada satu pun korban maupun polisi yang tahu ciri-ciri pasti pelakunya, selain hanya mengendarai motor Shogun warna biru dan memakai helm cakil. Sedangkan berani, karena sudah tahu diincar, tersangka tetap saja memilih Jl Erlangga Raya sebagai tempat favorit untuk menjambret. Motor yang dipakai juga sama, yakni Shogun biru milik istri Chris.

Sebenarnya Chris sudah tahu kalau setahun belakangan ini jadi incaran polisi. Namun, dia nekat tidak mengganti motor ketika beraksi. "Lha punyanya cuma motor itu," katanya singkat. (41)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA