| Senin, 19 Nopember 2007 | SEMARANG |
Semarang Perlu Sekolah EntrepreneurBALAI KOTA-Kota Semarang dipandang perlu memiliki sekolah entrepreneur. Di samping untuk ''menyemai'' benih wirausahawan, keberadaan sekolah semacam itu diharapkan bisa memberikan kontribusi bagi pencapaian platform Semarang sebagai kota jasa. Hal itu disampaikan Wali Kota Sukawi Sutarip pada pembukaan Musyawarah Kerja Cabang VI Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Kota Semarang, di Aula Lokakrida Gedung Moch Ichsan lantai 8 Balai Kota, Sabtu (17/11). Hadir pada kesempatan itu, Ketua DPD Gapensi Jateng Joko Sahadi, Ketua DPC Gapensi Kota Semarang Mur Aris Sutoto, serta Ketua Kadin Kota Semarang Djoko Murwienanto. ''Pada tahap awal, mungkin bentuknya berupa kursus, mengingat kurikulumnya belum ada,'' kata Sukawi. Walaupun belum ada kurikulum, kata dia, pemkot harus berani memulai langkah membangun sekolah entrepreneur tersebut. Diharapkan, lulusan sekolah itu bisa membuka lapangan-lapangan kerja baru dan menggerakkan roda perekonomian. ''Soal lokasi, saya kira, tidak menjadi masalah,'' ungkapnya. Kembangkan Profesionalisme Pada kesempatan itu, Sukawi juga meminta para pengusaha di bidang jasa diharapkan bisa mengembangkan profesionalisme di bidangnya. Para pengusaha diminta membuat iklim yang kondusif sehingga dapat membantu menciptakan masyarakat menjadi enterpreneur. Dikatakan, masyarakat saat ini harus bisa bersaing dan memiliki jiwa enterpreneur. Masyarakat tidak sekadar berharap menjadi pegawai, tetapi juga harus memiliki usaha untuk mendukung ekonomi masing-masing. ''Peran pengusaha, yang dalam hal ini seorang entrepreneur, sangat besar dalam mengembangkan platform Semarang sebagai kota jasa,'' katanya. Senada, Ketua DPD Gapensi Jateng Joko Sahadi mengatakan, dalam situasi saat ini, yang terpenting, pengusaha harus bisa menjaga iklim kondusif sebagai partisipasi dalam pembangunan bangsa. Sementara itu, Ketua DPC Gapensi Kota Semarang Mur Aris Sutoto mengatakan, dalam menciptakan iklim kondusif diperlukan usaha terus-menerus antara Gapensi dan pengguna jasa konstruksi dengan tetap mengutamakan mutu hasil pembangunan yang maksimal. ''Anggota Gapensi Kota Semarang harus profesional dalam segala bidang sehingga dapat bersaing dengan pengusaha konstruksi dari luar daerah maupun luar negeri,'' katanya.(H9-41) |