| Senin, 19 Nopember 2007 | SEMARANG |
Penutupan WonderiaTak Ikuti Berita, Pengunjung KeceleSEMARANG-Walaupun penutupan Taman Rekreasi Wonderia sudah diberitakan sejumlah media massa, Minggu (18/11, masih banyak pengunjung yang kecele. Umumnya, mereka menduga penutupan hanya pada wahana plane tower, sedangkan wahana lainnya buka seperti biasa. Pantauan Suara Merdeka, pengunjung yang kecele umumnya berasal dari luar kota, yang memang tidak mengikuti perkembangan informasi tentang taman rekreasi itu, pascajatuhnya balon plane tower, Kamis (15/11) lalu. Namun, ada juga pengunjung dari dalam kota yang juga telanjur datang. Para pengunjung yang kecele itu, kemudian mengalihkan tujuan ke tempat lain. Ada di antara pengunjung, yang datang berombongan dengan mencarter kendaraan. Sebagian lainnya berboncengan dengan sepeda motor. ''Saya kira yang ditutup cuma yang balonnya jatuh, yang lainnya dibuka. Jadi ditutup semua to?'' kata Setyo (26), salah seorang pengunjung. Dia datang ke Wonderia, dengan niatan melihat-lihat plane tower yang jatuh. Pemberitaan di media massa, baik cetak maupun elektronik tentang kecelakaan itu, membuat dia penasaran. Sebetulnya, pengelola sudah menginformasikan penutupan Wonderia. Mereka memasang pengumuman berupa print-out yang ditempel di tempat parkir dan depan loket masuk. Hanya saja, dilihat dari ukurannya, pengumuman itu kurang besar dan tidak mencolok sehingga tidak begitu kelihatan. Terkait penutupan itu, Operation Manager Wonderia Cahyono Wahyu Hadhi mengatakan, pengumuman itu dipasang sejak Jumat (16/11), setelah pihaknya menerima surat dari Pemkot. Penutupan yang dilakukan itu, kata dia, merupakan manifestasi sikap kooperatif dari Wonderia. ''Sampai kapan penutupan itu berlangsung, kami belum tahu pasti, bergantung pada proses penyidikan yang dilakukan pihak kepolisian,'' katanya. Gangguan Hilang Penutupan Wonderia, membawa ''berkah'' bagi para seniman di Taman Budaya Raden Saleh (TBRS), yang persis berada di samping taman rekreasi itu. Dengan penutupan itu, untuk sejenak mereka terbebas dari gangguan kebisingan. Dua pementasan kesenian, yang digelar di TBRS, Sabtu (17/11) malam, terasa lebih bisa dinikmati tanpa gangguan suara bising dari Wonderia. Malam itu, kelompok Wayang Orang (WO) Ngesti Pandowo menggelar pertunjukan rutin, di Gedung Ki Narto Sabdho, mengusung lakon ''Begawan Doraweca''. Pada saat yang sama, di Gedung Serbaguna Teater Lingkar mementaskan lakon ''Kebebasan Abadi''. ''Setelah beberapa tahun selalu terganggu kebisingan Wonderia, baru malam ini pertunjukan teater di TBRS bisa dinikmati. Biasanya, vokal pemain tenggelam oleh bising berbagai wahana di Wonderia,'' kata Robi, salah seorang penonton Teater Lingkar.(H9-41) |