| Senin, 19 Nopember 2007 | SEMARANG |
Hotel di Lawang Sewu Tak MenguntungkanSEMARANG- ''Menyulap'' Lawang Sewu menjadi hotel tidak akan mendatangkan keuntungan ekonomi. Selain bangunan itu memang tidak didesain untuk hotel, di sekitar lokasi saat ini sudah banyak didirikan hotel. ''Yang jelas, ruangan-ruangan di sana tidak cocok untuk penginapan. Terlebih lagi untuk mendirikan hotel, harus dibangun ruangan-ruangan lain seperti kamar mandi dan fasilitas-fasilitas lain.'' Hal itu diungkapkan pakar sejarah Unnes Prof Dr Wasino. Saat ditemui di Fakultas Ilmu Sosial Unnes, ia mengatakan, meski bangunan tersebut milik PT KA, seharusnya, mengingat bangunan itu adalah bangunan cagar budaya, maka harus meminta pertimbangan para pakar jika ingin memugarnya. ''Dan sampai saat ini, para pakar tak pernah diajak bicara.'' Dari kajian sejarah, sambung dia, jika Lawang Sewu dijadikan hotel, maka akan merusak bangunan dan situs. Menurut dia, Lawang Sewu paling cocok jika difungsikan sebagai museum. Namun Wasino tidak menyinggung museum kelas lokal atau nasional, tetapi internasional. Dijelaskan, ada investor dari Jerman yang tertarik untuk menanamkan modalnya demi kepentingan sosial sebanyak Rp 26 miliar, untuk tahap pertama. ''Saya sudah bertemu dengan dia. Yang bersangkutan tertarik untuk membangun museum bahari, yang akan menjadikan Lawang Sewu sebagai world heritage (warisan dunia).'' Barang-barang yang akan dipamerkan nanti, imbuhnya, berasal dari temuan kapal keruk Indonesia. ''Mungkin tidak banyak yang mengetahui bahwa hasil temuan kapal keruk Indonesia, banyak yang diselundupkan ke Jerman.'' Dengan adanya museum bahari di Lawang Sewu, tandasnya, maka penyelundupan barang temuan kapal keruk Indonesia dapat dicegah. Lantas, apakah jika museum itu didirikan dapat mendatangkan keuntungan ekonomi? Wasino optimistis hal itu akan terjadi. Museum itu, sambung dia, nantinya tidak hanya sekadar memamerkan barang-barang. Namun bisa juga difungsikan sebagai tempat seminar dan balai lelang, seperti balai lelang Christie's atau Sotheby's yang terkenal itu. Jika hal itu terwujud, tutur dia, maka akan menjadi daya tarik bagi wisatawan dan juga akan menjadi lawatan sejarah yang memberikan keuntungan ekonomi. Wasino sendiri sedang mengumpulkan tanda tangan yang akan diserahkan kepada Presiden SBY untuk menentang pembangunan hotel di Lawang Sewu. ''Saya mengundang masyarakat pecinta peninggalan sejarah untuk bergabung.'' (H11-41) |