| Senin, 19 Nopember 2007 | INTERNASIONAL |
AS Danai Perlindungan Nuklir Pakistan
NEW YORK - Pemerintahan Presiden George W Bush telah mengucurkan dana hampir 100 juta dolar AS selama kurun waktu enam tahun ini untuk membantu Presiden Pakistan Pervez Musharraf mengamankan senjata nuklirnya. Hal itu diungkapkan harian The New York Times Minggu kemarin. Mengutip beberapa pejabat senior, Times melaporkan bantuan tersebut dikucurkan secara rahasia dengan cara menyembunyikannya dalam beberapa bagian anggaran federal yang dinyatakan rahasia. Dana itu digunakan antara lain untuk melatih personel Pakistan di Amerika Serikat dan membangun pusat pelatihan keamanan nuklir di Pakistan. Pusat pelatihan itu sampai kini belum beroperasi. Pergolakan politik di Pakistan saat ini memicu kembali perdebatan internal di Washington menyangkut program itu. Pakistan muncul sebagai negara nuklir pada 1998 setelah berhasil melakukan enam kali uji coba nuklir di bawah tanah. Berbagai sarana, mulai dari helikopter, kamera sinar ultra-merah hingga peranti deteksi nuklir diberikan kepada Pakistan untuk mengamankan bahan-bahan nuklir, hulu ledak dan laboratorium. Pejabat AS mengatakan yakin bahwa senjata pemusnah itu aman saat ini. Mereka juga percaya atas jaminan Pakistan bahwa keamanan di situs nuklir itu telah sangat meningkat. Namun, Pakistan sering tidak menyampaikan detail mengenai penggunaan peralatan dan peranti tersebut. Harian Times menyatakan sudah mencium program rahasia itu tiga tahun lalu. Namun, hal itu tidak diberitakan karena pemerintahan Bush berpendapat bahwa pemberitaan tersebut bisa mengacaukan upaya pengamanan senjata tersebut. Program rahasia itu dilaksanakan setelah serangan 11 September. Ada keinginan ketika itu untuk berbagi teknologi perlindungan nuklir dengan Pakistan. Namun, pemerintahan Bush memutuskan tidak berbagi teknologi karena khawatir Pakistan akan belajar terlalu banyak mengenai persenjataan Amerika. Sebagai gantinya, diluncurkan beberapa program bantuan itu.(rtr-gn-25) |