| Senin, 19 Nopember 2007 | INTERNASIONAL |
Bangladesh Umumkan Bencana Nasional
DHAKA - Pemerintah Bangladesh kemarin menyatakan bencana Topan Sidr sebagai ''malapetaka nasional''. Pejabat mengatakan, jumlah korban tewas bertambah menjadi 2.217 orang, namun media menyebutkan lebih dari 3.000 orang menemui ajal. Banyak pihak mendesak pemerintah untuk memperbaiki program penanggulangan bencana. Pejabat-pejabat di daerah bencana mengatakan, jumlah korban yang diumumkan pemerintah pusat jauh lebih rendah dari yang sesungguhnya. ''Untuk wilayah saya saja, sekitar 2.000 orang telah meninggal,'' kata Anwar Panchayet, pejabat di Distrik Bagerhat. Mohammad Abdur Rob, ketua Masyarakat Bulan Sabit Merah Bangladesh, mengatakan jumlah korban tewas bisa mencapai 10.000 orang. ''Berdasar pengalaman kami dan laporan dari lokasi bencana, saya memperkirakan jumlah korban tewas dapat mencapai 10.000 orang,'' ujarnya. Sejumlah pejabat Bangladesh juga memprediksi korban tewas bakal terus bertambah. Sebab, misi pencarian belum selesai dan masih ada ratusan orang hilang. Terisolasi Kapal dan helikopter militer dikerahkan untuk menyelamatkan ribuan orang yang diduga terdampar di pulau-pulau sekitar Teluk Bengala. Kawasan pantai masih terisolasi akibat topan dahsyat tersebut. Aparat lokal berjuang keras untuk memperoleh bantuan makanan, air minum, dan tenda darurat bagi ribuan warganya. Terjangan Sidr itu merupakan bencana topan terburuk di Bangladesh sejak 1991 ketika badai serupa menewaskan hampir 143.000 orang. Dengan kecepatan 250 kilometer per jam, Topan Sidr menghantam kawasan pantai Bangladesh Kamis malam lalu. Amukan badai tersebut menciptakan gelombang laut setinggi lima meter. Sebagian besar korban tewas karena tertimpa reruntuhan rumah yang tersapu gelombang atau diterjang badai. Banyak pula korban yang hanyut ke laut. Presiden Amerika Serikat George W Bush dan istrinya menyampaikan ucapan belasungkawa kepada korban topan di Bangladesh. Washington menawarkan hibah 2,1 juta dolar (sekitar Rp 19 miliar) untuk bantuan darurat. Selain itu, kapal USS Essex dan USS Kearsarge juga diberangkatkan ke Bangladesh untuk membantu operasi penyelamatan dan distribusi bantuan. Masyarakat Bulan Sabit Merah Bangladesh mengimbau Palang Merah Internasional untuk mengucurkan bantuan 6 juta dolar (sekitar Rp 54 miliar) bagi program darurat dan rehabilitasi daerah-daerah bencana. (rtr-ben-25) |