| Senin, 19 Nopember 2007 | EKONOMI |
RupiahBisa Jatuh ke Rp 9.500JAKARTA-Pergerakan rupiah diperkirakan akan menembus level Rp 9.500 per dolar AS pada pekan mendatang. Pelemahan rupiah akan terjadi, meski perekonomian dalam negeri tidak memberikan sentimen jelek terhadap rupiah. Hal itu disampaikan pengamat pasar uang Farial Anwar Minggu (18/11/2007). Menurut dia, tingkat suku bunga di Indonesia masih menarik bagi investor. Pasar modal masih menjanjikan dan meski tinggi, angka inflasi masih bisa ditahan. "Namun tetap saja, rupiah bisa mengalami pelemahan hingga Rp 9.500 per dolar. Pergerakan rupiah ini aneh dan ajaib, mata uang lain menguat terhadap dolar, rupiah malah melemah. Rupiah paling aneh dan bodoh. Karena dikelola dengan bodoh hasilnya aneh dan bodoh juga," ujarnya. Salah satu sentimen negatif datang dari luar negeri, khususnya AS. Kasus kredit macet telah memaksa banyak fund manager dan bank-bank investasi melaporkan kerugian cukup besar. Para fund manager juga melakukan penyeimbangan kembali risiko setelah mengalami kerugian dari sektor itu. "Mereka rugi besar di AS, kemudian profit taking di negara lain, termasuk Indonesia," ujarnya. (dtc-33) |