| Senin, 19 Nopember 2007 | EKONOMI |
2008, Banyak Bank Restrukturisasi KreditJAKARTA-Menurunnya rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) tahun 2007 dari 6,3% menjadi 5,54% lebih disebabkan kebijakan hair cut yang dijalankan dari sejumlah bank, khususnya bank. Hal itu pula yang menjadikan NPL perbankan sangat rendah. ''Tahun depan, hampir semua perbankan diperkirakan bakal melakukan restrukturisasi kreditnya. Pasalnya, saat itu hampir semua perbankan merasakan dampak dari krisis subprime mortage dan kenaikan harga minyak dunia,'' kata pengamat ekonomi dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Aviliani di Jakarta kemarin. Situasi ini, sambung dia, mengakibatkan sejumlah kredit bermasalah di perbankan menjadi rendah. Di pihak lain, pemberian kredit baru belum direalisasikan bank. Hal itu, diyakini tidak akan terjadi lagi pada 2008 mendatang. Namun untuk tahun depan, dia malah mengkhawatirkan bakal kian banyak bank yang melakukan restrukturisasi kredit akibat tingginya tingkat NPL. Kekhawatiran ini, sambungnya, terutama ditujukan kepada bank yang berkonsentrasi pada industri. Salah satu alasannya, tahun 2008 sektor industri akan mengalami dampak dari tingginya harga minyak dunia. Industri kesulitan menambah modal, karena saat itu pendapatan masyarakat masih tetap. (bn-33) |