logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 19 Nopember 2007 BANYUMAS
Line

Karepe Inyong

Vika Rahmanti (24) Warga Desa Karangnanas Sokaraja

BUPATI terpilih siapapun itu tolong perhatikan nasib guru. Kesejahteraan guru terutama guru honore masih jauh dari layak. Gaji guru honorer masih di bawah Upah Minimum Kabupaten (UMK), yakni hanya Rp 150ribu/bulan. Di samping itu perhatikan juga fasilitas pendidikan. Banyak fasilitas pendidikan yang sudah tidak layak digunakan namun tetap dipakai karena belum ada penggantinya. Sarana dan prasarana mengajar juga perlu ditambah, agar kegiatan belajar mengajar (KBM) bisa berjalan lebih efektif. (H47-55)

Heri Suroso (50) Warga Kelurahan Sokanegara

SAYA harap nanti setelah Banyumas mempunyai bupati yang baru, hendaklah menjadikan Banyumas sebagai kota yang lebih maju. Tidak perlu kecewa jika nantinya bupati yang terpilih bukan merupakan pilihan kita pribadi karena siapapun yang memenangkan pilkada memang betul-betul menjadi orang pilihan masyarakat Banyumas. Sebagai masyarakat Banyumas harus bisa bersikap legawa, karena hasil akhir pesta demokrasi Banyumas merupakan kemenangan kita semua. Jangan sampai ada ribut-ribut. (H47-55)

Tati Suciwati (57) Warga Kelurahan Karangkobar

BUPATI Banyumas kelak harus bisa "menggalihaken rakyat cilik" (memperhatikan rakyat kecil -Red). Jangan mementingkan kepentingan golongan tertentu atau partai tertentu. Karena kepentingan rakyat banyak tidak memandang golongan tertentu saja. Bersikaplah adil dan bijaksana karena idealnya bupati itu bisa menjadi bapak dan panutan masyarakat Banyumas. Selain itu haruslah orang yang mempunyai rasa keadilan yang tinggi dan mempunyai wibawa dimata masyarakat. Dengan kepribadian semacam itu, saya yakin dapat menjadikan kabupaten Banyumas menjadi lebih maju. (H47-55)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA