| Minggu, 18 Nopember 2007 | NASIONAL |
Investor Jepang Akan Bangun Enam Pabrik Gula di JatengOSAKA - Investor Jepang akan menanamkan modal untuk membangun enam pabrik gula (PG) di Jawa Tengah. Nilai proyek tiap-tiap PG sekitar Rp 350 miliar. Rencana tersebut merupakan pengembangan kerja sama Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Tengah dengan beberapa Kadin daerah di Jepang. ''Tidak hanya kenshusei (para tenaga kerja dari Jawa Tengah) yang magang di bidang manufaktur, tapi kerja sama kami kembangkan juga di bidang agro. Kami berharap pada acara Central Java Infrastructure Business Forum (CJIBF) tanggal 25-26 November mendatang di Solo, sudah dilakukan penandatanganan rencana pembangunan pabrik gula itu,'' kata pengurus Kadin Jateng yang membidangi masalah internasional dan perdagangan luar negeri, Kukrit Suryo Wicaksono, setelah pertemuan dengan Kadin Izumi, Osaka, Jumat (16/11) malam. Menurut Kukrit, rencana investasi tersebut merupakan program CJIBF yang sangat diminati oleh investor Jepang. Mereka juga sudah meneliti lokasi dan melakukan studi kelayakan. Tindakan Nyata ''Kami memang akan kembangkan kerja sama ini sebagai tindakan nyata. Insya Allah, investor dari Jepang itu datang dan menandatangani kesepakatan pada CJIBF,'' kata Komite Tetap Kerja Sama Jepang Kadin Jateng, H Sukotjo Hardiwinoto. Ir Dhodit LA Wardhana yang membidangi investasi menyambut baik rencana tersebut, sehingga program yang diselenggarakan selama ini, antara lain CJIBF, mencapai sasaran secara signifikan. ''Kami berharap pengembangan kerja sama ini akan bermanfaat bagi penambahan lapangan kerja dan peningkatan keterampilan kerja bagi anak-anak muda kita,'' katanya. Jumat lalu, rintisan-rintisan pengembangan kerja sama itu dibahas dalam pertemuan delegasi Kadin Jateng yang dipimpin Ir Budi Santoso dan Kadin Izumi, Osaka. Ikut dalam delegasi Jateng, Marketing Manager PT Kawasan Industri Wijayakusuma (Persero), Soerjo S Arko Hudojo. Ketua Umum Kadin Izumi, Masatsugu Kidera, didampingi pengurus Kadin Izumi yang membidangi usaha kecil menengah (UKM) Fukuhara, menyambut baik rencana tersebut. Dia bahkan menyampaikan perasaan ikut prihatin atas terjadinya gempa bumi di wilayah Klaten dan DIY, bencana alam yang juga sering terjadi di Jepang. Ketua Umum Kadin Jateng Ir Solichedi menyatakan, organisasi yang dipimpinnya menargetkan mengirim 30 tenaga kerja dari Jawa Tengah ke Osaka, serta 20 ke Kyoto dan Nagoya. Ditambah dengan pemagang yang dikirim ke Kosai, maka jumlah itu akan mencapai 90-an orang. ''Ini adalah hasil kerja semua pengurus, terutama Komite Tetap Kerja Sama dengan Jepang serta Bagian Internasional/Perdagangan Luar Negeri, dan Bagian Investasi,'' katanya. Program magang itu, menurut Kukrit, sangat bermanfaat dalam kaitan penyiapan sumber daya manusia (SDM) yang memahami kultur kerja Jepang. ''Jadi, kalau ada perusahaan Jepang yang beroperasi di Jawa Tengah, kita sudah siap. Selain itu, kita bawa Jawa Tengah ke tataran internasional,'' katanya. (C19-62) |