logo SUARA MERDEKA
Line
Minggu, 18 Nopember 2007 SEMARANG
Line

Tertib Dulu di Jalan, Baru Dapat SIM

PROGRAM ''Bulan Tertib Lalu Lintas'' yang berlangsung sejak awal November ini, memang membuat pengendara tertib dan disiplin di jalan. Mulai dari tertib membawa SIM dan STNK, spion harus lenggkap (dipasang di kiri dan kanan), wajib menyalakan lampu besar depan (light on) dan berjalan di lajur paling kiri bagi sepeda motor.

Nah kalau ketanggor razia Polantas tidak membawa SIM, langsung kena tilang dan tidak boleh mengendarai sepeda motor sebelum mengantongi SIM C. Tak heran bagi warga yang memiliki sepeda motor, harus cepat-cepat membuat SIM.

Tapi jangan salah kira dengan berjibunnya razia Polantas, bukan berarti akan gampang mengantongi SIM. ''Saya sebenarnya ingin 'nembak' saja. Ndak usah ujian, tapi sekarang kok bikin SIM tetap ketat,'' tutur Agung Sudiya (25) warga Pedurungan.

Ya selain Polantas dilarang bermain '86' (istilah mengajak damai-red) di jalan, juga dituntut agar pembuatan izin mengemudi harus mematuhi prosedur.

Menurut Kasatlantas Polwiltabes Semarang AKBP Agus Suryo Nugroho, supaya didapat hasil yang baik, seluruh pemohon harus mengikuti prosedur secara tertib mulai dari awal.

Antara lain, mengisi daftar riwayat hidup hingga harus lulus ujian tertulis dengan mengerjakan 100 soal berbentuk multiple choice. Kemudian ujian praktik satu. Yakni mengendarai sepeda motor melewati jalur sempit berbentuk angka delapan.

Nah, lulus ujian praktik satu, juga harus lulus ujian praktik dua. Yakni, peserta ujian tidak saja harus bisa menunjukkan kemahiran berkendaraan. Tapi mereka harus tertib dan disiplin mematahui aturan lalu-lintas di jalan.

''Kalau sudah tertib dulu di jalan, baru dapat SIM C. Kami juga ingin seleksi ujian yang sudah baik, bisa berdampak positif bagi peserta. Dan ini untuk mengurangi tingkat kecelakaan di jalan,'' terang Kasatlantas didampingi Kanit Regident AKP Retno Yulisetiasih.

Ujian Praktik

Seperti saat dilakukan ujian terhadap 80 pemohon SIM C baru, Jumat (16/11). Saat digelar ujian praktik satu, tercatat 50 peserta dinyatakan lulus. Sisanya gugur dan dalam dua pekan ke depan harus mengikuti prosedur permohonan SIM lagi dari awal.

Ke-50 peserta itu saat ujian praktik dua, mereka juga dinyatakan lulus.

Materi ujian praktik tersebut, adalah praktik berkendaraan di jalan. Melintasi jalan-jalan utama Kota Semarang sepanjang lebih dari 12 Km. ''Wah sekarang harus ekstra tertib. Ndak kayak dulu,'' kata Suprapto (27) warga Ngaliyan. Dia memang harus segera mendapatkan SIM C supaya bisa leluasa di jalan dan tidak takut ancaman tilang.

Meski aturan ketat pemberian SIM C harus tetap diterapkan jajaran Satlantas, pihaknya dalam memberikan pelayanan kepada seluruh pemohon akan bersikap luwes. Menebar senyum dan memberikan informasi penting agar tidak percaya terhadap calo.

Di sisi lain, dengan diterapkannya aturan yang mengedepankan sikap tertib dan disiplin di jalan, jajarannya juga tidak ingin memberikan beban yang menyusahkan.

Contohnya, saat mulai mengisi lembar daftar riwayat hidup hingga mengikuti ujian teori dan praktik, pemohon tidak dipungut biaya sepeser pun. Baru setelah dinyatakan lulus ujian praktik dua, dan SIM akan dicetak, mereka baru membayar.

Antara lain, membayar lewat bank yang sudah ditunjuk dan pemeriksaan kesehatan.(Riyono Toepra, Fahmi ZM-41)


Berita Utama | Bincang - Bincang | Semarang | Karikatur | Olahraga
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA