SUARA MERDEKA
 
INDEKS WACANA Sabtu, 17 Nopember 2007

Terkadang kita merasa terlalu disibukkan oleh urusan pilkada. Seakan hidup dari pilkada ke pilkada. Mengapa sampai ada kesan demikian. Apa ada sesuatu yang salah dengan pilkada? Sebenarnya pemilihan gubernur, bupati atau walikota adalah peristiwa biasa. Itulah bagian dari demokrasi di mana kita harus memilih pemimpin daerah dan wakil rakyat. Namun karena begitu banyak daerah di negara kita maka kesannya setiap saat selalu ada pilkada. Celakanya tak semua berjalan mulus. Ribut-ribut sering terjadi. Yang kalah tak legawa menerima kekalahan. Itulah yang menambah hiruk pikuk sehingga malah bisa kontraproduktif.

Kekerasan antarsuporter dalam kompetisi sepak bola Liga Italia tidak hilang, meskipun jumlah penonton belakangan ini menurun drastis. Berbeda dari Liga Inggris yang tetap dipadati penonton. di Premiership, pertandingan sebagai hiburan keluarga begitu terasa ketika kita menyaksikan tayangan langsungnya. Kamera yang diarahkan ke tribune di Stadion Emirates, Stamford Bridge, Old Trafford, Anfield Road sampai White Hart Lane "menangkap" anak-anak kecil yang menyertai pasangan orang tuanya. Hooligans yang menjadi citra makro persuporteran Inggris, meredup ketika klub-klub negeri itu saling bertanding.

TERLALU banyak kalau harus menyebutkan satu per satu, ketika kasus korupsi diproses pelakunya selalu mengatakan sebagai korban politik. Tudingan korban politik itu bisa muncul karena rivalitas pilkada, rivalitas menghadapi Pemilu 2009, perbedaan aliran agama, suku, atau pun lainnya. Ketika pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menggulirkan gerakan antikorupsi dan banyak pejabat tinggi di era Megawati maupun kepala daerah yang berasal dari kader PDI-P menjadi sasaran pengusutan, kritik keras mulai bermunculan. SBY dinilai sedang melakukan "tebang pilih" dalam penegakan hukum.

MEROKETNYA harga minyak mentah yang hampir menyentuh angka 100 dolar Amerika Serikat (AS) per barel sejak beberapa tahun terakhir, telah mengubah geoekonomi dunia. Negara-negara maju seperti AS menyikapinya dengan melipatgandakan anggaran riset untuk mendapatkan energi alternatif ramah lingkungan yang bersumber dari komoditas pertanian sebagai pengganti minyak bumi. Saat melakukan pidato tahunan State of the Union di depan Kongres, 31 Januari 2006, Presiden George W Bush mengatakan bahwa AS perlu mengurangi kebergantungannya kepada minyak impor dari Timur Tengah sampai 75 persen pada 2025. 

PERMASALAHAN utama pembangunan kesehatan adalah masalah perilaku masyarakat. Sampai saat ini, sebagian anggota masyarakat belum berperilaku hidup bersih dan sehat. Dalam upaya mendorong kemandirian masyarakat untuk berperilaku hidup bersih dan sehat, dibutuhkan partisipasi masyarakat melalui pembangunan kesehatan yang berupa Upaya Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat (UKBM).

MELEBIHI dugaan semula dari para ahli, krisis multidimensi yang melanda Indonesia saat ini bukanlah sembarang krisis yang bisa dihadapi secara tambal sulam. Krisis ini memiliki cakupan yang sangat luas, dengan penetrasi yang amat mendalam, serupa zaman kalabendu yang penuh prahara, pertikaian, kedunguan, serta kehancuran tata nilai dan keteladanan.

INDONESIA telah beralih ke era reformasi. Tetapi era perubahan yang mestinya membawa kemajuan ini justru kian bertambah buruk. 

Jangan keliru membaca judul tulisan ini, meskipun peryataan itu diucapkan oleh Koordinator Kopertis Jawa Tengah, Prof Dr Mustafid. Bukannya pemerintah hendak mengebiri eksistensi perguruan tinggi, melainkan akan mendorong persebaran kampus ke daerah-daerah, agar tidak memusat di kota besar saja.

KAMPUS besar tak harus berada di kota besar. Tengoklah Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga. Meski berada di kota kecil, gaungnya mendunia. Pendek kata, UKSW merupakan kampus lokal dengan citarasa global.

UNIVERSITAS Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang bakal menjadi tuan rumah Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) 2008. Berbagai persiapan telah dilakukan. ''Kami terus membenahi berbagai infrastruktur untuk menyukseskan gawe besar itu.

SELAMA ini sering terdengar keluhan dari masyarakat mengenai minimnya sumbangsih ilmu pengetahuan dan teknologi dari kalangan akademik, khususnya mahasiswa. Benarkah? Tidak selalu demikian!

Akhir-akhir ini banyak stasiun TV menayangkan sinetron yang kurang mendidik khususnya bagi anak usia sekolah. Banyak sinetron menggambarkan/bercerita tentang anak sekolah yang berpakaian tidak rapi, berani kepada guru, hamil bahkan ada yang sampai membunuh. 

  Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA