| Sabtu, 17 Nopember 2007 | WACANA |
Surat PembacaSinetron Tak MendidikAkhir-akhir ini banyak stasiun TV menayangkan sinetron yang kurang mendidik khususnya bagi anak usia sekolah. Banyak sinetron menggambarkan/bercerita tentang anak sekolah yang berpakaian tidak rapi, berani kepada guru, hamil bahkan ada yang sampai membunuh. Mungkin bagi produser ini bisa memberikan keuntungan jika sinetron itu ditayangkan. Tapi tidak pernah dipikirkan dampak negatif bagi masyarakat dan khusus para pelajar cenderung meniru perilaku yang diputar di TV. Dampak yang sangat jelas misalnya para pelajar bersikap kurang sopan terhadap guru bahkan orang tua, kurang tekun belajar sehingga prestasi jeblok, tawuran antarpelajar. Kalau hal ini dibiarkan akan merusak generasi muda. Padahal tantangan ke depan sangat berat. Generasi muda kita dituntut mandiri, kreatif, berakhlak mulia, ulet dalam menghadapi era globalisasi. Sehingga tidak kalah dengan negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, Brunei dan Thailand yang notabene luas alam, SDM, kekayaan alam lebih kecil dibandingkan Indonesia. Saya setuju beberapa stasiun TV yang memutar sinetron atau film yang bernuansa persahabatan, jalinan kasih, laptop Si Unyil, petualangan, sinetron religius dan lainnya. Heru Susetyo Jl Melati 9 Srondol, Semarang Powerless Powerless adalah suatu keadaan di mana seseorang atau badan/negara telah kehilangan daya kekuatan untuk merestorasi (memperbarui, memulihkan) atau me-recovery (menyembuhkan) berbagai macam penyakit yang ada pada dirinya. Dalam organisasi atau negara, proses powerless ditandai adanya kemunduran di berbagai bidang utamanya pertahanan/keamanan, hukum dan ekonomi. Suatu negara yang lemah dalam bidang pertahanan/keamanan, hukum serta ekonomi, akan melahirkah berbagai penyakit sosial dan mental yang diderita rakyatnya. Seperti maraknya kejahatan terhadap kemanusiaan (anarkisme), kejahatan terhadap lingkungan hidup, tak menghargai hukum dan makin banyak rakyat yang menderita gangguan jiwa akibat tekanan ekonomi. Kemudian akibat lemahnya sistem pertahanan dan keamanan akan menimbulkan terjadinya intervensi asing baik dalam bidang ekonomi, politik maupun budaya bahkan kedaulatan wilayah pun bisa diacak-acak. Apakah kini negeri kita sedang dalam kondisi powerless, saya tidak tahu persis. Yang saya tahu, negara ini telah kehilangan P Sipadan dan Ligitan. Akhir-akhir ini juga sering terjadi konflik terbuka antarsesama aparat (polisi dan tentara). Banyak kecelakaan di darat, udara maupun di laut, banyak PHK, pengangguran, kasus pembalakan hutan, korupsi dan seterusnya. Sementara banyak anarkhisme oleh LSM yang seakan tidak peduli dengan rambu-rambu hukum dan tidak takut terhadap aparat keamanan (polisi). Kisruh di semua lini, semua demi kepentingan dirinya sendiri dan tak peduli ada orang lain yang terlindas dan sekarat. Hidup bagaikan di rimba belukar, siapa punya duit, siapa punya kuasa (kekuatan), siapa punya koneksi akan selamat. Tak peduli apakah dia benar atau salah, haram atau halal. Sementara orang-orang yang tak sempat punya duit, tak punya kuasa (kekuatan) dan tak punya koneksi boleh mati sambil berdiri. Kepada siapa mereka minta tolong, jika semua membisu dan tak mau tahu. Ini mungkin tidak tepat 100 persen dikatakan zaman edan, sebab yang bilang edan hanyalah mereka yang belum kaduman (kebagian). Bagi yang berkelimpahan tentu akan berkata "inilah zaman keemasan dan kemakmuran". Sungguh kejam dan biadab jika kita hidup dalam negara yang powerless. Sebab sejahat-jahat binatang, jauh lebih kejam manusia jika telah kehilangan jiwa kemanusiaannya. Indonesia adalah negara dengan falsafah Pancasila yang sangat menghormati nilai-nilai kemanusiaan yang adil dan beradab. Semoga negara ini tidak sedang dalam kondisi powerless. Namun jika kenyataannya memang demikian, maka siapa yang paling bertanggung jawab untuk memulihkan agar kita menjadi bangsa yang progresif (maju), bukan malah regresif (mundur). Presiden yang bisa jawab atau siapa? Suprayitno Jl Tlogomukti Tmr I/878, Semarang. *** Dispenduk, Tolong... Membaca keluhan Bapak Handjojo mengenai KK yang salah (SM 23/10) ternyata saya juga mengalami hal serupa tapi tak sama. Saya mohon kepala Dispenduk & Capil Bapak Cahyo Bintarum dapat membantu kesalahan yang menyangkut nama. Pada KK lama semua nama saya sekeluarga sudah sesuai Akte Kelahiran. Tapi ketika saya menikah dan harus mengurus KK baru ternyata nama saya dan adik-adik mendapatkan tambahan nama kakek di belakang namanya. Akibatnya seluruh surat seperti KTP, SIM dan surat penting lainnya harus pula berubah. Ini sangat mengganggu dan banyak protes dari pihak sekolah, bank yang menanyakan kok namanya ada tidak sama dengan KTP lama. Saya pernah menanyakan ke Dispenduk & Capil di Balaikota tapi mereka menyarankan saya bertanya ke Pengadilan Negeri Semarang untuk mengurus Pemutusan Nama. Saya bingung, apakah memang prosesnya harus seperti itu ataukah ada cara lain. Tolong Pak bantu kembalikan nama sesuai dengan Akta Kelahiran kami masing-masing. Chrisanty Susanto (08122828828) Puri Anjasmoro A6/8, Semarang *** Alumni SMEA 2 Surakarta Saya mencari sahabat seangkatan yang dulu sekolah di SMEA2 Surakarta tahun 1960. Saya merindukan antara lain Bandi, Bandimah, Antari, Maemonah, Rahyuono, Rajiman, Manginatun, Giman R dan lainnya. Bagi yang mengetahui keberadaan mereka mohon bisa kontak saya Suharto (Pak Bei) di 081 2290 2399. untuk menyambung balung pisah. Suharto Jl Raya Boja 242 Boja, Kendal *** Air Mata Sebagai manusia yang dibekali hati nurani, banyak kejadian di sekitar yang mampu membuat orang meneteskan air mata. Air mata menetes karena hati nurani terusik atau perasaan sedih, tak berdaya bahkan bahagia yang tak terkira hingga mampu membuat menangis. Sebagian orang menilai, meneteskan air mata adalah hal bodoh, tanda ketidakberdayaan, kekalahan menghadapi kerasnya kehidupan. Untuk apa meneteskan air mata kalau setelah itu tetap saja tak mampu mengubah keadaan. Memang benar menangis tak menyelesaikan masalah, tetapi bukan juga sia-sia tanpa makna. Pada hakikatnya dengan meneteskan air mata kita akhirnya menyadari bahwa sekuat dan setangguh apa pun, kita hanyalah makhluk ciptaan Tuhan yang kecil dan tiada berdaya. Kita dihadapkan pada kenyataan bahwa membutuhkan orang lain begitu pula sebaliknya. Setidaknya setelah meneteskan air mata menyaksikan begitu banyak bencana, kesedihan di negeri ini, hati nurani tergerak untuk membantu sebatas kemampuan. Atau kalau kita melihat air mata yang menetes karena kebahagiaan tak terkira, kita bisa sejenak berdoa agar kebahagiaan itu menyebar ke semua orang. Dari buku Jejak-jejak Makna, karangan Gede Prama, saya mendapatkan kalimat bijak yaitu "Kekurangan manusia yang mudah meneteskan air mata memang banyak, hanya saja dia memiliki kelebihan yang sulit dimiliki orang kebanyakan yakni kepekaan yang membuatnya terhubung secara lebih mudah dengan vibrasi yang lebih tinggi". Itulah mungkin makna air mata, kepekaan, kepedulian terhadap lingkungan di sekitar kita. Dian Setyaningrum Jl Mahesa Slt III/B-1, Semarang Gold Ink Center Saya membeli printer modifikasi tinta infus di counter Gold Ink Center SCC Plasa Simpanglima Lti 5 Semarang. Saya membeli 2 unit printer Epson R230 dan Epson C90 yang dimodifikasi tinta infus jenis biasa dan durabrite tapi keduanya sekarang tidak bisa dipakai. Printer Epson R230 hasilnya tidak bisa maksimal, sedangkan Epson C90 malah tidak bisa dipakai sama sekali. Keduanya sudah saya kembalikan untuk diperbaiki di counter tersebut. Untuk itu saya hanya berharap ini merupakan korban terakhir karena saya yakin bukan korban pertama. Semoga pihak Gold Ink lebih memperhatikan kualitas produk yang dijual serta layanan pada konsumen. Heri Chahyanto Jl Brigjen Katamso 31, Jepara *** Banjir Lagi, Banjir... Musim hujan telah tiba. Kawasan Perumahan Genuk Indah mulai kebanjiran terutama Jl Padi Raya sejak dari depan gereja sampai depan apotek Victori dengan kondisi sangat parah. Banyak kendaraan mogok karena banjir. Bagaimana mengatasi banjir di Jl Padi Raya, apakah perlu dibuatkan lembar sumbangan atau kotak bantuan sukarela untuk meninggikan jalan tersebut?. Tolong para pakar dan tokoh masyarakat Perumahan Genuk Indah dapat memberi solusinya, jangan tergantung pemerintah. Masak tidak malu dengan tetangga di Kp Ngablak dan Gebangsari Timur yang bisa memperbaiki jalannya sendiri walau dengan cara masang kotak amal. Apakah warga Perumahan Genuk Indah tidak bisa meniru tetangga itu. Untuk sementara yang diurug cukup di jalan depan gereja sampai depan apotek Victori yang sering tergenang banjir. Tak usah diaspal dulu, yang penting tidak kebanjira dan jalan bisa lancar. Subagiyo Jl Kapas I/83 Genuk Indah, Semarang *** Perlu Dicontoh Saya punya tetangga yang sopan santun, sosialis, agamis dan pelaku bisnis yang tidak hanya puas dengan satu usaha, tetapi bertambah terus. Seorang sarjana teknik yang mendapat bantuan dari pengusaha tersebut dengan membangunkan wartel di garasinya. Awalnyahanya satu tapi sekarang sudah menjadi tujuh buah. Uang sewa garasi yang digunakan untuk usaha wartel tersebut kemudian diserahkan kepada pemiliknya tetapi ditolak hingga kemudian dimasukkan ke rekening beliau. Di samping itu si sarjana ini juga dibelikan rumah karena telah menikah. Luar biasa kan? Beliau mulai usaha dari bawah tapi kini makin maju dan maju. Sikap sosialis juga diterapkan kepada dua pegawainya. Yang senior digaji Rp 1,1 juta/bulan ditambah uang makan Rp 300 ribu/bulan, sedang yunior menerima Rp 800 ribu ditambah uang makan Rp 300 ribu/bulan. Beliau tidak banyak bicara, tetapi sikap dan perilakunya seorang pancasilais sejati. Ini perlu dicontoh oleh para remaja yang sudah menjadi anak intelek, tetapi belum berkarya. Menurut tetangga terdekat, beliau suka menjadi donatur untuk memperingati HUT Kemerdekaan RI dan peristiwa lain. Doa saya semoga beliau tetap sehat, panjang umur, usahanya terus berkembang dan bertambah lagi. Moeljono HP Jl Banteng Utara VII/1, Semarang *** Menciptakan Pekerjaan Menganggur adalah sebutan yang tak menyenangkan dan tidak gagah. Apalah artinya bila cuma pengangguran, terlebih kemampuan untuk menyongsong lapangan pekerjaan juga tak ada. Jadi rasanya keberuntungan tak pernah datang bahkan diraih pihak lain yang lebih siap dan punya kemampuan . Forum Penulis Surat Pembaca bekerja sama dengan Disnakertrans dan beberapa perguruan bela diri mengajak bekas atlet, pelatih dan yang pernah ikut bela diri yang masih belum bekerja untuk bergabung menciptakan pekerjaan. Sebuah LPK yang punya izin dari instansi berwenang memberikan pelatihan singkat kepada para penganggur. Pelatihan nantinya berguna untuk bekerja sebagai penjaga baik untuk toko, rumah pribadi maupun kantor dan lainnya. Yang jelas tenaga ini dibutuhkan di kota yang lagi giat membangun. Terus terang LPK Karunia Sejahtera Abadi Semarang butuh partner dan perwakilan di tiap kota dalam usaha ikut membantu mengurangi pengangguran dengan cara menciptakan pekerjaan. Ida Bagus Nyoman TA SIP (08164884134) Klipang Pesona Asri II E 48, Semarang *** Pengaspalan di Jotang Saya mohon keadilan kepada pihak yang berwenang soal pengaspalan jalan di Desa Jotang, Kendal yang berkesan pilih kasih. Saya warga Kelurahan Jotang Gg Sari RT 2/RW 3 Kendal melihat hasil pengaspalan yang tidak merata khususnya di wilayah tinggal saya, yang ditangani CV Fudhola . Jalan di tempat saya yaitu dari Jl Tentara Pelajar menuju jalan Dusun Jotang Kulon yang melewati Gang Sari RT 1 sampai RT 2. Juga jalan Desa Tunggulrejo menuju Desa Jotang, pengaspalannya cuma separo yaitu sampai Gang Sari RT 1 sehingga yang separo masih berupa jalan tanah. Satu lagi pengaspalan jalan mulai Dusun Jotang Tengah menuju ke Jotang Kulon, pengaspalannya juga separo yaitu sampai jembatan Kalitengah sehingga warga RT 2 merasa dianaktirikan. Padahal saya dan warga lainnya juga taat bayar pajak. Kalau semua jalan masuk Desa Jotang diaspal, bisa membantu kelancaran ekonomi khususnya di musim panen tembakau atau padi. Mohon pihak berwenang mengecek hasil pengaspalan yang kurang merata ini dan berkesan pilih kasih agar keadilan tercipta dan semua masyarakat menikmati basil pembangunan secara adil. Moh Ridho Jotang Gg Sari RT 2/RW 3, Kendal *** Pilgub Jateng dan Para Pencari Kerja Pencari kerja yang baru lulus kuliah (fresh graduate) sering mengeluh karena setiap ada lowongan pekerjaan menyaratkan pelamar memiliki pengalaman kerja. Mereka merasa diperlakukan tidak adil sehingga frustrasi dan hanya bisa mengeluh. Kalau sama sekali belum pernah bekerja, mana bisa punya pengalaman kerja ?. Keluhan mereka bisa dimaklumi tetapi juga tidak seluruhnya benar. Yang dimaksud pengalaman kerja bukan terbatas aktivitas yang memperoleh bayaran. Selama kuliah, dengan terjun dalam pelbagai aktivitas kemahasiswaan baik kesenian, olahraga, sosial maupun politik juga dianggap punya pengalaman kerja. Merancang isu demo, menggalang barisan peserta, membagi tugas, membuat spanduk baik isi sampai desain, menyebarkan siaran pers sampai melakukan demo itu sendiri juga pengalaman kerja. Problemnya, tidak banyak mahasiswa yang selama kuliah sengaja memprogramkan untuk proaktif melakukan aktivitas nonkuliah demi memperoleh pengalaman kerja. Tidak banyak yang mau terjun sebagai relawan tanpa bayaran. Sebagian dosennya juga tidak tertarik untuk mengampanyekan manfaat kerja sebagai relawan. Hal ini berbeda dengan perilaku mahasiswa di luar negeri. Mereka sengaja ramai-ramai bergabung sebagai relawan, misal dalam tim sukses calon gubernur atau presiden dalam masa kampanye dan lainnya. Sebagai praktisi komunikasi dalam tim sukses kampanye, saya mencatat bahwa pada masa tersebut terbuka lebar bagi relawan untuk menjelajah beragam jenis pekerjaan. Para relawan berpeluang memperoleh pengalaman, keterampilan, wawasan dan jaringan koneksi. Jadi menjelang dan selama pilgub Jateng merupakan masa terbaik bagi mahasiswa untuk mencari pengalaman berharga. Manfaatkanlah Bambang Haryanto (081329306300) Jl Kajen Timur 72, Wonogiri *** Mulianya Tugas Polisi Ketika melewati pertigaan kompleks sekolah dan perumahan di Purwokerto Indah (Purin) Kendal suasananya sibuk dan ramai terlebih saat jam kerja/sekolah. Hal itu tidak aneh sebab di pertigaan itulah pusat bertermunya para pengguna jalan dari berbagai arah memadati jalan raya. Yang paling repot adalah Satlantas. Mereka harus menyeberangkan anak sekolah yang jumlahnya ratusan, sekaligus mengatur arus kendaraan. Dengan penuh disiplin dan tanggung jawab petugas sejak pukul 06.00 sudah sibuk membunyikan peluit mengatur kendaraan agar tidak memacetkan jalan. Pemandangan menyentuh hati ketika seorang petugas Polantas dengan sabar menggandeng dan menyeberangkan pelajar (maaf) cacat. Sebuah sisi kemanusiaan yang ditampilkan dengan tulus apa adanya dari seorang abdi negara untuk masyarakat. Orang biasanya mencibir ketika melihat polisi, karena mungkin pernah ditilang atau dihukum. Tapi cobalah suatu saat melihat sisi baiknya misal mereka rela bermandi peluh menyeberangkan anak tanpa memedulikan kesehatannya sendiri dari polusi gas dan racun berbahaya dari knalpot kendaraan bermotor. Aryo Widiyanto AMd Jl Sri Agung 234 Cepiring, Kendal. |