| Sabtu, 17 Nopember 2007 | WACANA |
Undip Expo 2007Mengenalkan Hasil Penelitian MahasiswaSELAMA ini sering terdengar keluhan dari masyarakat mengenai minimnya sumbangsih ilmu pengetahuan dan teknologi dari kalangan akademik, khususnya mahasiswa. Benarkah? Tidak selalu demikian! Sebenarnya banyak juga mahasiswa yang melakukan penelitian dan menghasilkan berbagai produk yang berguna bagi masyarakat. Hanya saja, proses pengenalan kepada publik jarang dilakukan. Karena itulah, ajang pengenalan hasil penelitian mahasiswa perlu digencarkan, sebagaimana Teknik Expo Undip 2007 yang berlangsung di Gedung Serba Guna Undip Tembalang, 9-11 Nopember lalu. Kegiatan yang diprakarsai Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Teknik Undip ini diisi dengan berbagai pameran tentang dunia teknik. Selain mempublikasikan hasil-hasil penelitian, acara yang mengusung tema It's All about Technic itu diharapkan bisa mengenalkan dunia teknik kepada masyarakat. ''Ekspo ini dibuka tidak hanya untuk mahasiwa, tetapi juga siswa SMU dan masyarakat umum,'' kata Ketua Panpel, Ikhsan Firman Firdaus. Apalagi masih banyak masyarakat yang belum mengerti ruang lingkup akademis dari setiap jurusan di Fakultas Teknik. Tiga Kegiatan Mahasiswa Teknik Perkapalan angkatan 2005 ini menambahkan, ada tiga kegiatan dalam ekspo ini, yaitu ekspo di bidang edukasi, abdi masyarakat, dan seni. Ekspo edukasi berupa pengenalan teknologi dari 17 jurusan di Fakultas Teknik Undip serta open house. Setiap jurusan menempati satu stan, dan berkesempatan mempromosikan kepada siswa-siswa SMU. Sehingga siswa memiliki gambaran umum tentang jurusan yang akan dipilih setelah lulus nanti. Menurut Reza Angga P, mahasiswa Teknik Mesin, kegiatan ini dapat menambah semangat belajar dan berkreasi. Dia berharap acara seperti ini dapat rutin diadakan, dan tak hanya di lingkup Fakultas Teknik Undip saja. ''Agar mahasiswa lebih terpacu, ke depan perlu menghadirkan tamu dari luar Undip, supaya kita bisa melihat sejauhmana kualitas hasil penelitian mereka. Selain membandingkan hasil kreasi, mahasiswa bisa bertukar pikiran dan menjalin silaturahmi,'' harapnya. Usulan Reza memang bagus. Tapi untuk mewujudkannya, panitia harus bekerja lebih baik lagi. Masih banyak keluhan dari peserta lomba puisi, yang terkait dengan ekspo seni. ''Panitia kurang koordinasi. Acaranya molor terus, sehingga kami harus bolak-balik dari sekolah ke ke sini,'' ujar Indri Gilang, siswi SMA 11 Semarang yang mengikuti lomba puisi. Meski banyak kekurangannya, dia mengucapkan terima kasih kepada panitia yang sabar dan ramah dalam menampung setiap keluhan pesera. Semoga kritik ini dapat lebih membangun. (Dela Sulistiyawan Yunior-32) |