logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 17 Nopember 2007 WACANA
Line

Debat: Dicari, Pahlawan Reformasi!

Tak Pandang Status

  • Belia Antikasari Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP Undip

INDONESIA telah beralih ke era reformasi. Tetapi era perubahan yang mestinya membawa kemajuan ini justru kian bertambah buruk. Bukan mendatangkan perkembangan, tapi mendatangkan kemunduran zaman.

Ingatkah cap ''teroris'' yang diberikan bangsa luar untuk bangsa Indonesia? Atau maraknya kasus korupsi yang didalangi pejabat negara? Belum lagi masalah sosial, seperti banyaknya pengangguran yang kemudian beralih ke kejahatan sosial. Dengan kata lain, Indonesia telah jatuh!

Adakah sesosok pahlawan yang mampu membangun Indonesia menjadi negara makmur-sejahtera? Apakah mereka itu adalah petinggi negara, pengusaha, guru, pedagang kaki lima, atau malah tukang becak? Pejabat belum tentu sosok pahlawan reformasi. Ada pejabat yang bersumpah memberantas teroris dan korupsi. Tapi, pada kenyataannya, semua terbalik.

Reformasi kini sudah menjadi reformasi yang kebablasan. Janji-janji pejabat hanyalah omong kosong. Mereka berani berjanji dengan gagah berani serta berteriak sombong, tanpa memikirkan dampaknya terhadap hati rakyat. Apakah mereka pantas disebut pahlawan reformasi?

Pahlawan reformasi tak memandang status. Siapapun dia, haruslah dapat membela kebenaran dan keadilan, serta melawan kejahatan seperti layaknya pahlawan dalam arti sebenarnya. Tak hanya itu. Pahlawan harus bersikap jujur, baik kepada diri sendiri maupun orang lain. Juga disiplin menjalankan tugas-tugasnya, serta tidak mementingkan diri sendiri dalam berjuang.

Pahlawan reformasi harusnya mampu memahami hati rakyat dan kepentingannya. Artinya, dia bisa mengantar rakyat menuju kemakmuran dan kesejahteraan, menuju pembangunan Indonesia yang lebih maju dan lebih baik. Serta bisa mengembalikan citra baik Indonesia di mata dunia. Ingat, rakyat tak butuh janji-janji, tapi tindakan riil dari pahlawan reformasi yang sejati. (32)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA