logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 17 Nopember 2007 SEMARANG
Line

Terserang Tumor Ganas, Tiga Bulan Tergolek di Ranjang

AHMAD NURSODIQ warga RT 7 RW 3 Kelurahan Tambakrejo, Kendal, sejak tiga bulan ini hanya mampu tergolek di ranjang kasur yang tak lagi empuk. Penyakit tumor ganas yang menyerang bahu kirinya, membuat pria lajang berusia 18 tahun itu tidak berdaya. Jangankan untuk beranjak dari tempat tidur, untuk beraktivitas rutin memenuhi kebutuhan dirinya sendiri pun tak mampu. Makan dan minum, harus disuapi orang tuanya.

Beragam upaya telah ditempuh orang tua Nursodiq, Sutopo (44) serta Romlah (38) guna kesembuhan anak nomor dua dari tiga bersaudara tersebut. Mulai pengobatan medis di beberapa rumah sakit, hingga ke pengobatan alternatif. Namun penyakit yang diderita pria lulusan MTs NU Patebon itu tak kunjung mengarah ke perkembangan yang baik.

Bahkan, penyakit yang kali pertama menghinggapi Nursodiq pada Februari lalu hanya berupa benjolan kecil sebesar kelereng tersebut, saat ini semakin membesar seukuran bola sepak. Luka menganga terlihat di ujung tumor.

''Kami telah kehabisan dana untuk mengobati Nursodiq. Tanah kebun seluas lebih kurang 600 m2 warisan orang tua telah terjual, dan uangnya habis guna membiayai berobat,'' kata Sutopo di rumahnya, kemarin.

Tanah seluas itu laku terjual Rp 9 juta. ''Hasil penjualan panenan tembakau Rp 3,8 juta belum lama ini juga ikut tersedot untuk berobat. Kami ikhlaskan semua itu, yang penting Nursodiq bisa sembuh seperti sediakala. Namun, sampai kini penyakitnya tak juga membaik. Kami berharap, ada pihak yang bisa membantu kesulitan ini.''

Operasi Total

Pria yang sehari-hari bekerja sebagai buruh serabutan itu menuturkan, Nursodiq pernah menjalani rawat inap selama beberapa waktu di sebuah rumah sakit di wilayah Gemuh, Kendal. Lantaran pihak rumah sakit tidak sanggup menangani, pasien kemudian dibawa ke RSUD Dr Soewondo Kendal. Di tempat ini, Nursodiq menjalani perawatan intensif selama tiga pekan.

''Tiga hari pertama, kami mengeluarkan biaya rawat dan berobat sebesar Rp 2,5 juta. Alhamdulillah, 18 hari berikutnya memperoleh fasilitas Askeskin, sehingga tak perlu lagi mengeluarkan biaya tambahan,'' papar Sutopo didampingi istrinya, Romlah (38).

Setelah menjalani operasi di RSUD Soewondo, Nursodiq diizinkan pulang ke rumahnya. Keluarga mengira, Nursodiq akan sembuh. Namun, harapan tersebut ternyata keliru.

''Ketika kami tanyakan ke RSUD, dijelaskan bahwa Nursodiq menderita tumor ganas, sehingga harus dilakukan operasi total. Akhirnya, kami memutuskan untuk membawanya ke RSUP Dr Kariadi Semarang.''

Di rumah sakit tersebut, pria yang pernah bekerja pada sebuah losmen itu menjalani perawatan intensif selama hampir 20 hari. ''Pihak rumah sakit menyarankan agar Nursodiq diamputasi dari bahu dan lengan kirinya, untuk bisa sembuh. Karena keluarga tidak menyetujui, akhirnya kami membawa dia pulang ke rumah.''

Sepulang dari RSUP Kariadi pada pertengahan Agustus lalu, Nursodiq menjalani pengobatan alternatif di sejumlah tempat. Hanya, sejauh ini belum menampakkan hasil yang menggembirakan.

Dari hari ke hari, perkembangan kesehatannya justru makin memburuk. ''Nursodiq merupakan tulang punggung keluarga, kami sangat berharap dia segera sembuh,'' ujar Romlah. (Setyo Sri Mardiko-16)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA