| Sabtu, 17 Nopember 2007 | SEMARANG |
Disiapkan, Pra Festival Egrang di HUT UngaranUNGARAN - Pada HUT Ke-24 Ungaran sebagai ibu kota Kabupaten Semarang 20 Desember mendatang, Ketua Seksi Seni Dewan Kesenian setempat Ir Emo Budi Harto akan menyosialisasikan egrang. Sosialisasi tersebut merupakan awal dari pra festival egrang, yang rencananya digelar setiap Minggu pagi di Ungaran Squre sejak Januari 2008. Puncak festival egrang jatuh pada 25 Mei 2008 untuk wilayah Jateng dan DIY. ''Sosialisasi egrang bersamaan dengan gerak jalan yang digelar Pemkab Semarang, rencananya 30 Desember 2007,'' kata Emo. Ia menjelaskan, permainan egrang sangat perlu dikenalkan kembali pada anak-anak zaman sekarang. Permainan ini sebagai alternatif pengganti dari games yang dibuat negara Barat. Bagi yang berminat mengikuti egrang ini bisa mendaftar ke Kurnia Foto Ungaran, atau Dewan Kesenian setempat. Saat ini Emo tengah membuat lebih dari 60 egrang untuk sosialisasi pada HUT Ungaran di alun-alun mini. Dia yang juga aktif olahraga Taichi ini menjelaskan, egrang yang masuk olahraga tradisional sangat perlu dilestarikan agar tidak punah. ''Saat sosialisasi di alun-alun mini mendatang juga akan kami tampilkan bentik, go back on the floor (gobak sodor), jitungan (jilumpet), dakon, lompat tali karet, dan sebagainya,'' terang Emo. Awal 1980-an Belum lama ini dia juga berdiskusi dengan Camat Ungaran Barat Moh Risun, Kasi Olahraga Dinas Pendidikan Kibnu HS, Ketua Dewan Kesenian Sudirman, wartawan, dan sejumlah tokoh masyarakat setempat. Kibnu HS menjelaskan, sangat mendukung kegiatan yang nguri-uri permainan zaman dulu itu. ''Kegiatan ini sejalan dengan program Dinas Pendidikan. Tahun ini kami juga mengirim 10 orang di festival egrang tahunan di Bandung,'' terang Kibnu. Nino, wartawan Seputar Semarang mengatakan, kegiatan ini sangat pas dibarengkan dengan jalan sehat yang diadakan Pemkab. ''Permainan egrang ini populer pada awal 1980-an. Jadi orang-orang yang waktu itu sudah remaja pasti mengetahuinya dan tidak jarang yang bisa memainkannya,'' terangnya. (H14-16) |