logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 17 Nopember 2007 SEMARANG
Line

Jembatan Bodri Difungsikan Satu Lajur

  • Kualitas Jembatan Diteliti

KENDAL- Jembatan Sungai Bodri yang menghubungkan jalur pantura wilayah Kecamatan Patebon serta Cepiring, Kendal, sejak dua hari ini hanya difungsikan satu lajur. Keputusan tersebut ditempuh, menyusul adanya temuan terkait dugaan kerusakan pada beberapa titik bangunan jembatan. ''Pemberlakuan satu lajur bagi arus lalu lintas yang melintas di atas jembatan Sungai Bodri, dilakukan untuk menghindari timbulnya kerusakan lebih parah, dan menjaga keselamatan para pengguna jalan,'' ungkap Ir Herman Suroyo MT, Kepala satuan kerja nonvertikal tertentu (SNVP) pemeliharaan jalan dan jembatan Departemen PU Pusat, kemarin.

Herman yang juga penanggung-jawab jalan dan jembatan di jalur pantura tersebut menambahkan, pihaknya belum bisa memutuskan untuk menutup total jembatan Bodri bagi pengguna jalan. Sebab, pihaknya masih menunggu hasil penelitian terhadap bangunan jembatan yang dilaksanakan tim laboratorium Fakultas Teknik Undip dan Puslitbang Departemen PU Bandung.

''Tim tersebut pada Selasa (13/11) lalu turun ke lokasi untuk mengambil sampel beton dan aspal di bangunan jembatan. Beton dan aspal itu, diambil dengan cara melubangi delapan titik landasan jembatan. Hal ini antara lain guna mengetahui kualitas dan kepadatan beton, serta campuran semen.''

Rencana penutupan jembatan bagi pengguna jalan, lanjut dia, sudah dilaksanakan dengan mengirim surat kepada wabup, polres, serta Dishub. Kepastian penutupan jalan, masih menunggu hasil penelitian sampel tersebut. Hasil penelitian baru dapat diketahui sekitar lima hari ke depan, guna kemudian dievaluasi.

Dua Bentang

''Dari hasil penelitian itu pula, kami baru bisa memutuskan apakah jembatan nantinya dilakukan perbaikan ulang atau pembongkaran atau tidak. Sambil menunggu hasil penelitian, kami memutuskan guna memfungsikan satu lajur, dari dua lajur yang ada di jembatan Bodri. Kondisi jembatan akan terus kami pantau,'' tandas Herman.

Lebih lanjut dia menjelaskan, bangunan jembatan Sungai Bodri mempunyai panjang 120 meter, serta terdiri atas dua bentang. Setiap bentang memiliki panjang 60 meter. ''Guncangan yang melebihi batas toleransi, sangat terasa pada bentang jembatan di sisi utara. Guncangan ini semakin terasa, manakala dilintasi mobil bertonase berat, seperti truk dan bus besar. Adapun, bentang di sisi selatan, relatif wajar.''

Terkait dengan munculnya guncangan tersebut, pihaknya juga masih melakukan penelitian. ''Pelaksanaan pembangunan jembatan sudah sesuai prosedur, beton yang digunakan juga pilihan, bahkan rangka jembatan yang digunakan berkualitas. Namun, di luar perhitungan kami, belakangan ada beberapa kerusakan pada bangunan jembatan.''

Seperti diberitakan, jembatan Bodri sebelumnya telah dilakukan perbaikan total dan difungsikan kembali pada Selasa (2/10) lalu. Namun baru sekitar satu bulan berikutnya diketahui mengalami kerusakan. Antara lain retak-retak di sejumlah titik trotoar yang ada di kiri dan kanan jembatan, serta lubang besar di ujung utara jembatan. ''Perbaikan jembatan masih menjadi tanggung jawab pelaksana. Masa pemeliharaan jembatan tersebut berlaku dari Oktober-April 2008,'' papar Herman. (G15-16)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA