| Sabtu, 17 Nopember 2007 | SEMARANG |
Puluhan Hektare Padi Terancam Gagal Panen
GROBOGAN-Puluhan hektare tanaman padi yang tersebar di Desa Karangpasar Kecamatan Tegowanu dilaporkan terancam gagal panen. Kondisi ini terjadi menyusul adanya serbuan tikus yang merusak tanaman petani sejak sebulan terakhir. Sekdes Karangpasar Wiryono mengatakan, total luas lahan pertanian di desanya mencapai 80 hektare. Sementara sekitar 60 hektare di antaranya diketahui rusak akibat koloni hewan pengerat itu. ''Dari data sementara, tingkat kerusakannya mencapai 75 persen. Bahkan beberapa sawah milik petani ada yang dilaporkan rusak semua akibat tikus,'' ujar dia. Disebutkan, sebaran tikus terjadi di tiga wilayah dusun, yakni Krajan, Kalisari, dan Kalitelon. Usia tanam padi di tempat tersebut rata-rata sudah mencapai 2,5 bulan. Menurut Sekdes masa tanam padi ditempatnya tergolong lebih cepat dibandingkan petani daerah lain. Oleh sebab itu, usia tanamannya juga lebih tua daripada padi petani daerah lain. Berburu Tikus Mengetahui serbuan hewan perusak tersebut akhirnya petani memutuskan memeranginya. Mulai dari memberi racun hingga berburu tikus telah dilakukan. Tanpa kenal lelah baik perorangan atau pun kelompok perburuan terhadap tikus dilakukan. Namun, hasilnya tetap kurang memuaskan dan jauh dari harapan. Tikus masih terlihat muncul dan merusak tanaman padi. Akibat hal itu banyak petani di Desa Karangpasar mengaku rugi pada musim tanam kali ini. ''Sawah garapan saya sekitar 3.200 m2, lebih dari separuhnya rusak dimakan tikus. Diperkirakan kerugian yang saya alami mencapai hampir Rp 3 juta,'' ujar Muh Rokhim seorang petani kemarin. Akibat tikus merajalela dan sulit dibendung, lanjut dia, petani menggunakan pilihan terakhir berupa penyetruman. Diharapkan penyetruman bisa memberantas tikus yang menyerang di tiga dusun tersebut. (H41-16). |