| Sabtu, 17 Nopember 2007 | SEMARANG |
Enam Kecamatan Rawan BanjirDEMAK - Sedikitnya terdapat enam kecamatan di Kabupaten Demak yang rawan bencana banjir, pada musim penghujan tahun ini. Potensi bencana itu dikarenakan adanya tanggul kritis dan posisi sejumlah pemukiman yang berada pada dataran rendah. Keenam kecamatan itu antara lain, Sayung, Karangtengah, Guntur, Gajah, Karangawen dan Kebonagung. Kepala Kantor Kesbanglinmas, Drs Bambang Saptoro menuturkan, beberapa pemukiman yang berada di dataran rendah adalah Desa Ploso. Di desa tersebut ada sebagian pemukiman menampati tanah pengairan yang posisinya hanya dua meter lebih tinggi dari kedalaman Sungai Tuntang. Padahal sungai itu memiliki kedalaman hingga lima meter. ''Kalau debit sungai itu naik, dipastikan semua pemukiman di situ akan terkena banjir. Bahkan laju air kencang dan dapat menyeret barang-barang milik penduduk.'' Selain Ploso, desa yang posisinya di dataran rendah juga terdapat di Desa Megonten Kecamatan Kebonagung. Bambang Saptoro menambahkan, terkait tanggul kritis sebenarnya selama ini sejumlah tanggul sudah dilakukan perbaikan. Normalisasi sungai yang dilakukan dengan pengerukan lumpur dan peninggian tanggul membuat kekuatan tanggul semakin baik. Mudah Larut Namun tekstur tanah di Demak yang mudah larut terbawa air dan ketika kemarau pecah-pecah menjadikan beberapa tanggul yang mestinya baik menjadi retak dan kritis. Pada kemarau panjang kemarin, banyak tanggul yang pecah dengan renggangan tanahnya cukup besar. ''Sebagian dari tanggul itu memang telah diperbaiki, akan tetapi tanah di sini mudah larut terbawa air. Saat hujan atau debit air naik, tanah tanggul ikut terkikis oleh air.'' Potensi itu semakin tinggi, bila ada air kiriman dari daerah atas, yakni Kebupaten Semarang dan Salatiga. Jika di daerah tersebut turun hujan deras dalam beberapa hari, dipastikan akan terjadi kenaikan debit air yang mengalir ke Kali Tuntang Demak, termasuk sungai-sungai lainnya. Sementara perangkat Desa Ploso, Ali Maksum mengatakan, bencana banjir masih mengancam daerahnya dan menjadikan warga yang berada di daerah rawan merasa khawatir. Biasanya banjir datang bersamaan dengan datanganya air kiriman di Kali Tuntang. (H1-16) |