| Sabtu, 17 Nopember 2007 | SEMARANG |
Padukan Iptek dan KewirausahaanSEMARANG- Tidak hanya memamerkan hasil penelitian terkini dari tiap fakultas, peserta Expo Undip membuktikan iptek ternyata juga bisa dipadukan dengan kewirausahaan. Program studi Teknologi Hasil Perikanan FPIK misalnya, memamerkan hasil produksi perikanannya seperti bandeng presto, ikan dan udang asap, lem ikan, dan berbagai produk dari rumput laut seperti permen, selai, dan dodol. Salah satu mahasiswa mengatakan, pihaknya selama ini melayani pesanan, namun belum dapat memasarkan produk secara massal, karena keterbatasan waktu. Padahal pada ekspo yang digelar 15-17 November di auditorium Pleburan itu, banyak pengunjung yang tertarik ingin membeli langsung produk mereka. Fakultas Peternakan juga memamerkan hasil olah hewan ternak, seperti bakso sapi, dan sebagainya. Keramik Kerja sama antara alumnus dan almamater terlihat di FMIPA. Mahasiswa yang menjaga stan tersebut mengatakan, seorang alumnus jurusan kimia saat ini berwirausaha dengan mendirikan Sigar Bencah Keramik. Bahan baku yang digunakan membuat keramik-keramik itu berasal dari tanah Sigar Bencah, lumpur lapindo, dan sebagainya. Paduan seni dan teknologi itu menghasilkan cangkir dan mug keramik, vas, dan lain-lain. Produk dari fakultas teknik, yakni robot penjejak benda gerak dapat digunakan penyandang tuna netra. Satria, dari jurusan teknik elektro menjelaskan, robot buatan seniornya, David Kurniawan, akan mengikuti benda yang bergerak. ''Jika dipasangkan pada penderita tuna netra, keberadaan mereka dapat dideteksi oleh keluarga.'' Produk lain yang dipamerkan fakultas itu adalah early warning system, yakni alat pendeteksi banjir. Dijelaskannya,bahwa alat itu akan diberikan pada DPU Kota Semarang. Dengan alat ini, kata dia, banjir dapat dideteksi sebelumnya. Pihaknya sudah pernah melakukan uji coba. ''Sensor curah hujan dipasang di Banyumanik dan Gunungpati, sedangkan sensor ketinggian air dipasang di Kali Garang dan Bendungan Simongan.'' Adapun Fakultas Sastra menampilkan buku dan kitab kuno seperti Quran tulis tangan, kitab yang terbuat dari daun lontar, dan sebagainya. Mahasiswa jurusan sejarah juga menampilkan batik buatan mereka. Motif batik-batik tersebut menggambarkan bangunan bersejarah di Semarang, seperti Gajah Blenduk, Tugu Muda, Marabunta, dan lain-lain. (H11,H13-18) |