| Sabtu, 17 Nopember 2007 | SEMARANG |
Anak Autis Pecahkan Rekor Muri
SEMARANG- Kharisma Rizki Pradana (8) semalam mendapat penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri). Siswa SLB Negeri Semarang tersebut menerima penghargaan yang diserahkan oleh General Manager Muri, Paulus Pangka, usai memecahkan rekor menyanyi dan menghafalkan 250 lagu mulai 12-15 November di Duta Pertiwi Mal. Selama empat hari berturut-turut, ia menyanyi sekitar 60 lagu setiap harinya, sejak pukul 14.00-21.00. "Sungguh luar biasa. Untuk anak dengan predikat berkebutuhan khusus yang menyandang autis, tentulah termasuk hal yang luar biasa," kata Drs Punto Nugroho MSi, kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jateng. Tak hanya Punto Nugroho yang merasa takjub dengan kemampuan bocah yang selalu ingin tahu banyak hal itu. Ratusan pengunjung pun memadati arena sekitar panggung, tempat Kharisma bernyanyi. Malam itu bocah kelahiran Semarang 4 Februari tersebut, menjadi magnet pengunjung yang sedang berbelanja untuk menyimak aksi panggungnya. Penampilannya yang sederhana dengan setelan warna putih. Simak saat dia menyanyikan lagu ke-250 yang berjudul "Tentang Aku, Kau dan Dia" milik Kangen Band, yang memungkasi penampilannya. "Tuliskan cerita tentang engkau dan dia Membuat hatiku semakin terluka Semoga usai sudah cerita engkau dan aku Kuanggap sebagi bingkisan kalbu" Gemuruh tepuk tangan para pengunjung pun membahana, mengiringi nyanyian Kharisma. Antusiasme pengunjung nampaknya mampu menambah semangatnya. Juga tatkala ia menyodorkan mikrofon ke arah pengunjung untuk ikut menyanyi bersama. Rasanya tak ada yang pengunjung yang tak kagum dengan kemampuannya. Bukan hal yang mudah bagi orangtua Kharisma menerima kenyataan putra kesayangannya harus ditolak belajar di sekolah umum. Padahal menurut Kepala Sekolah SLB N Semarang Drs Ciptono, kemampuan Kharisma sangat mengagumkan. Bahkan pada 23 November mendatang, album perdananya yang bertema Indonesian for All akan diluncurkan oleh Gubernur Jawa Tengah. Harapan Diah (34), sang ibunda, adalah ingin anaknya memiliki masa depan yang jelas mengingat kondisi anaknya. "Dengan pemecahan rekor ini saya berharap masa depan Kharisma menjadi jelas," harapnya.(J8-60) |