| Sabtu, 17 Nopember 2007 | SEMARANG |
Jalan Muktiharjo Rusak dan Dipadati MaterialSEMARANG - Banjir yang menggenangi Jl Muktiharjo Lor dua pekan lalu, mengakibatkan sejumlah ruas jalan di kawasan tersebut rusak. Dari pantauan Suara Merdeka di lapangan, Jumat (16/11) pada ujung Jl Muktiharjo Lor dekat rel kereta api Jl Kaligawe terdapat lubang besar yang membahayakan pengguna jalan terutama bagi kendaraan roda dua. Lubang dengan lebar 1 meter dan kedalaman 20 centimeter itu cukup merepotkan pengendara motor yang akan berbelok ke Jl Muktiharjo Lor dari Jl Kaligawe karena memakan separo badan jalan. Sunarto (45), tukang becak yang biasa mangkal di lokasi mengatakan, kerusakan jalan terjadi bersamaan banjir yang menggenangi kawasan tersebut. Menurutnya, sebelum banjir ujung jalan tersebut masih mulus. Namun, setelah banjir sekitar dua pekan lalu, ruas jalan tersebut mulai berlubang. "Ketika banjir banyak pengendara motor yang jatuh karena lubang tertutup genangan sedalam 30 sentimeter. Seingat saya, sehari sekitar enam pengendara motor terjatuh saat melintas di kawasan tersebut," katanya. Lokasi jalan rusak lainnya, ada di depan garasi PO Bus Safari. Lubang jalan di depan garasi itu menurut Minah (43), penjual nasi di sekitar lokasi terjadi juga bersamaan banjir yang menggenangi kawasan tersebut dua pekan lalu. Dikatakannya, banjir tersebut merupakan terparah selama dia membuka usaha nasi di kawasan itu. "Pada tahun-tahun lalu, genangan air surut dalam tiga hari, tetapi banjir kemarin baru surut lebih dari sepekan," kata dia. Selain itu, sejumlah jalan berpaving di wilayah itu juga ambles akibat sering dilalui kendaraan berat. Sehingga menyebabkan jalan tersebut bergelombang. Kondisi itu diperparah banyaknya galian kabel salah satu operator seluler dan material pembangunan talut di sepanjang Kali Tenggang yang merupakan normalisasi saluran itu sehingga menyebabkan jalan menjadi sempit. Sementara itu, pengawas proyek normalisasi Kali Tenggang, Ali Mahmudi mengatakan, pembangunan talut yang dimulai 20 September lalu, akan berakhir 18 Desember mendatang. Hingga kemarin pembangunannya sudah mencapai 60 persen. Pembangunan talut sepanjang 1,3 km dan tinggi tiga meter itu, dimulai dari bawah jalan tol tepatnya sekitar jembatan Kongo ke arah selatan hingga jembatan Tlogosari-Muktiharjo Lor. Perbaikannya menelan biaya Rp 3 miliar," ujarnya. (H36-56) |