logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 17 Nopember 2007 SEMARANG
Line

Wali Kota Minta Wonderia Ditutup

  • Buntut Kecelakaan Balon Udara

SEMARANG- Wali Kota Sukawi Sutarip mengaku telah mengeluarkan surat tentang penutupan sementara Taman Rekreasi Wonderia, Jumat (16/11), menyusul kecelakaan balon udara yang memakan 14 korban luka.

Teguran keras itu akan tetap diberlakukan selama Wonderia belum memperbarui seluruh alat permainannya. ''Suratnya sudah saya kirimkan hari ini (kemarin-Red),'' kata Wali Kota kepada wartawan, seusai melepas rombongan calon jamaah haji (calhaj) di Balai Kota.

Begitu mendengar kabar terjadinya kecelakaan, kata Sukawi, malam itu juga dia langsung meminta Wonderia ditutup sementara. Dia meminta, semua alat di tempat hiburan itu dipasang police line sebagai teguran. ''Saya pribadi tidak suuzon, tapi kalau sudah beberapa kali kecelakaan, pasti alatnya tidak baru, dan harus diganti dulu,'' tegas Wali Kota.

Teguran itu, kata dia, tidak akan berhenti di situ saja. Bahkan, bila pemilik taman bermain itu tidak segera memenuhi teguran, Pemkot akan segera mencabut izin usaha mereka. Apalagi, lahan yang dimiliki saat ini adalah lahan milik Pemkot sehingga kapan pun dapat diminta kembali.

''Karena dasarnya ini fasilitas untuk publik ya, maka harus benar-benar waspada,'' tandasnya.

Tutup Sementara

Operation Manager Wonderia, Cahyono Wahyu Hadhi, menyatakan telah memutuskan untuk menutup plane tower sementara waktu. Pihaknya akan menunggu hasil penyelidikan dari Labfor Mabes Polri Cabang Semarang. "Hanya plane tower saja yang kami tutup, sedangkan untuk operasional harian tetap berjalan seperti biasa."

Pantauan Suara Merdeka, kemarin sejumlah wahana masih beroperasi seperti biasa. Wahana mandi bola, komidi putar, boom-boom car, fire brigade, mini coaster, hingga rumah hantu masih menerima pengunjung. Hanya saja, karena bukan hari libur, jumlah pengunjung tidak terlalu banyak.

Sementara itu, hingga saat ini, 13 korban insiden jatuhnya plane tower, masih menjalani perawatan secara intensif di RS Muhammadiyah Roemani. Terkait biaya perawatan, pihak Wonderia telah memberikan jaminan dan akan menanggung segala biaya yang timbul dari perawatan korban hingga sembuh.

Sementara itu, press release yang diterima Redaksi Suara Merdeka kemarin, menyebutkan pihak Yayasan Pembina IKIP Veteran bersama-sama dengan institusi Rektorat yang diwakili Dra Endang Wuryandini sebagai Pembantu Rektor (PR) II dan Dra Khasanah MPd selaku Kepala UPT D2 PGTK telah mengurus kasus ini, baik dengan pihak manajer Wonderia maupun di RS Roemani Semarang tempat para korban dirawat.

Menurut kuasa hukum Yayasan pembina IKIP Veteran, Sutrisno SH, dalam pertemuan antara Khasanah dengan pihak manajer pengelola taman rekreasi disepakati, pihak Wonderia bertanggung jawab atas semua biaya pengobatan hingga sembuh.

Setelah kecelakaan itu terjadi, pihak Yayasan Pembina IKIP Veteran yang diwakili Ali Mahfudz SE bersama PR II Dra Endang Wuryandini langsung menjenguk para korban di RS Roemani. Dalam peristiwa itu, pihak yayasan kepengurusan H Ali Rosyad MBA juga memberikan bantuan uang kepada 15 korban, masing-masing Rp 1 juta. (H23, H9, H12,F2-18,56)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA