| Sabtu, 17 Nopember 2007 | KEDU & DIY |
Dua Pelajar Tewas HanyutKULONPROGO - Dua pelajar, Jumat (16/11), tewas hanyut di Sungai Serang, Paingan, Pengasih, Kulonprogo saat mandi di sana. Kedua pelajar itu masing-masing Wahyu Widiarto (12) dan Yuyun Ardiansyah (12), keduanya warga Kali Agung, Sentolo, Kulonprogo. Mereka ditemukan tim SAR Kulonprogo dan polisi serta warga setempat pukul 12.30 di kedalaman 3,5 meter dalam keadaan tewas dan saling berpelukan sekitar 15 meter dari lokasi pertama kali keduanya berenang. Menurut informasi yang dikumpulkan di sekitar tempat kejadian, warga sama sekali tidak tahu persis keduanya mandi di sungai tersebut. Yang jelas siang itu warga dikejutkan dengan adanya kabar ditemukan dua pelajar tewas hanyut di sungai. Menurut saksi Sumarno (50), warga Serang, Kulonprogo, seusai pulang sekolah pukul 11.00 kedua korban yang berboncengan sepeda itu langsung bermain ke Sungai Serang. Sesampainya di sana mereka langsung bermain di tepi sungai. Namun tidak lama kemudian, keduanya langsung mandi di tepian sungai yang tampak jernih. Mereka selanjutnya berenang menuju ke tengah sungai. Namun saat berada di tengah Wahyu terseret arus yang cukup deras. Melihat temannya terseret ombak dan minta tolong, kemudian Yuyun mencoba membantu. Namun usaha itu gagal, bahkan keduanya justru terseret arus dan akhirnya tenggelam. Minta Tolong Menyaksikan hal itu, saksi langsung berteriak minta tolong warga sekitar lokasi kejadian dan melaporkannya ke aparat setempat. Saat itulah tubuh kedua korban sudah tidak tampak lagi di permukaan sungai. Beberapa saat kemudian petugas SAR Pemkab Kulonprogo bersama aparat Polres dengan dibantu warga sekitar mencari korban dengan cara menyelam dan menyusuri sungai. Selang 30 menit kemudian, usaha pencarian itu tidak sia-sia karena tim SAR berhasil menemukan mayat pelajar SD Kali Penten tersebut dalam keadaan tewas mengenaskan. "Saat ditemukan kedua korban berada di kedalaman 3,5 meter. Mereka ditemukan dalam posisi saling berpelukan," kata Sumarno. Sementara itu, Kasat Reskrim Polres AKP Suhadi saat dikonfirmasi di ruang kerjanya mengungkapkan, setelah mayat kedua pelajar itu ditemukan langsung dilakukan identifikasi oleh petugas medis dari puskesmas setempat. ''Dari hasil identifikasi tidak ditemukan indikasi adanya tindakan kekerasan pada tubuh korban dan hal itu murni kecelakaan, sehingga jenazahnya kita serahkan kepada pihak keluarga untuk segera dimakamkan," tandasnya. (sgt-70) |