logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 17 Nopember 2007 KEDU & DIY
Line

Yakkum, dari Rehabilitasi Berbasis Instansi ke Masyarakat

  • Oleh Agung PW

HANYA segelintir orang dan lembaga yang mau mengurusi penderita cacat. Sebagian besar lainnya masih beranggapan orang cacat merepotkan. Namun tidak demikian dengan Pusat Rehabilitas Yakkum. Sejak berdiri tahun 1982 lalu mereka memang memiliki komitmen mengurusi orang cacat.

Lembaga yang berada di Jl Kaliurang Km 13,5 Besi, Yogyakarta tersebut sejak awal berdirinya mengurusi penyandang cacat tubuh dengan berbagai penyebab seperti penyakit, kecelakaan, bawaan sejak lahir atau korban bencana.

''Dalam pelayanan kami, telah terjadi perubahan paradigma cukup mendasar yakni dari semula terfokus pada rehabilitasi berbasis institusi mulai bergeser ke rehabilitasi berbasis masyarakat,'' tandas Direktur Pusat Rehabilitasi Yakkum Dr Fonali Lahagu MSc ketika berbicara pada peringatan 25 tahun keberadaan lembaga itu, Jumat (16/11).

Pergeseran paradigma, menurut dia, akan mendorong optimalisasi program dan menyemaikan kesadaran baru mengenai nilai hakiki pelayanan yang tampaknya selama ini belum benar-benar dihayati. Karena itu, dia sudah menyiapkan berbagai langkah untuk menapak lebih baik di masa mendatang.

Bangun Jejaring

Salah satu langkah di tahun depan yakni mengembangkan jejaring di luar organisasi dengan semua stakeholder. Jejaring memang sangat diperlukan karena sebagai lembaga pelayanan orang cacat, Yakkum tak bisa hanya sendirian dan harus berintegrasi dengan masyarakat.

Jejaring yang dia maksudkan bukan hanya di tingkatan lokal dan nasional tapi juga internasional. Lembaga ini didirikan oleh Francois Alexander Colon Mc Lennan dari Selandia Baru yang saat berkunjung ke Indonesia melihat banyak anak cacat di pinggir-pinggir jalan. Mereka menjadi gelandangan, pengemis. Berawal dari situlah dia kemudian mendirikan sebuah lembaga untuk rehabilitasi penyandang cacat.

Aktivitas para pengelola dan para binaan tak hanya di dalam namun juga keluar seperti ketika terjadi gempa tahun lalu. Mereka mendirikan posko di sembilan kecamatan di Bantul dan telah menangani 3.548 orang yang terkena bencana. Sebelumnya, pada bencana tsunami di Pangandaran dan Bengkulu, juga terlibat aktif.

Sejak tahun 1999 lalu, Yakkum membuka cabang pelayanan rehabilitasi di Bali. Semula masih berada dalam pembinaan dari Yogyakarta namun sekarang sudah mandiri. Kendati sudah dapat dikatakan mampu berdiri sendiri tapi masih memerlukan donatur untuk keberlangsungan kehidupan yayasan. (70)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA