| Sabtu, 17 Nopember 2007 | KEDU & DIY |
Awal Tahun Depan Rawan Penyebaran DBDYOGYAKARTA - Jumlah penderita demam berdarah dengue (DBD) bakal meningkat pada tahun ini dan lebih banyak dari tahun lalu. Kecenderungan tersebut terlihat dari jumlah pasien yang masuk ke RSUP Dr Sardjito Yogyakarta. ''Oktober lalu ada 30 pasien dirawat di sini yakni 23 dewasa dan tujuh anak. Pada tahun lalu bulan yang sama hanya 20 orang,'' ungkap anggota tim penanggulangan DBD DIY, dokter Ida Safitri, Jumat (16/11). Menurut dia, jumlah 30 pasien dalam sebulan cukup besar. Semua penderita masuk rumah sakit belum ada yang dalam kondisi shock, masih tahap awal DBD. Begitu masuk mereka langsung mendapat perawatan intensif sehingga tak lama dapat kembali ke rumah. Sementara itu, pada bulan ini belum ada penghitungan total pasien DBD. Namun dia menjelaskan, jumlahnya tak begitu banyak. Dia berharap masyarakat segera meningkatkan kewaspadaan dan kesadaran bersih lingkungan. Semua genangan air dan selokan perlu diwaspadai termasuk air bekas cucian di rumah. "Januari, Februari, Maret paling rawan penyebaran DBD. Pada bulan itulah curah hujan biasanya tinggi dan banyak terdapat genangan air tempat paling cepat bagi perkembangbiakan nyamuk penyebab DBD,'' paparnya. Sementara untuk mengantisipasi maraknya penyakit demam berdarah yang setiap tahun terjadi terutama pada masa pergantian musim, pihak RS Dr Sarjito telah menyiapkan satgas khusus penanggulangan demam berdarah. Tugas satgas ini, jelas dia, antara lain melakukan pertemuan rutin bersama dinas kesehatan kabupaten/kota dan memonitor lingkungan masyarakat. "Ya meskipun bulan ini masih belum meningkat, namun kita tetap menyiagakan satgas untuk mengantisipasi kemungkinan mewabahnya demam berdarah di bulan-bulan berikutnya," tegas dia. Idealnya tingkat penyebaran nol alias zero. Namun sejauh ini sangat susah tercapai karena tingkat kesadaran masyarakat mengenai kebersihan lingkungan masih rendah. Mereka membuang sampah sembarangan, membuat saluran air asal-asalan, dan banyak lagi hal lain yang dapat menyebabkan penyebaran DBD. Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Chairul Anwar menambahkan, pasien demam berdarah dari awal tahun sampai bulan ini sebanyak 740 orang dan tiga di antaranya meninggal. Pasien terbanyak ada di Kelurahan Muja Muju, 43 orang. Awal tahun ini diakuinya memang terjadi peningkatan cukup tinggi pada bulan Januari-Maret. (D19, Sgt-70) |