logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 17 Nopember 2007 KEDU & DIY
Line

Distribusi Tabung Gas Diduga Menyimpang

  • Dijual Rp 100.000

YOGYAKARTA - Pendistribusian tabung gas ke masyarakat ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Buktinya, fakta di lapangan ada tabung gas yang dijual dengan harga relatif murah, yaitu Rp 100.000.

Kondisi demikian membuat distribusi kompor gas dari minyak tanah di Yogyakarta menyisakan banyak permasalahan. Bukan hanya distribusinya salah sasaran, namun kenyataannya di lapangan ditemukan kasus penjualan tabung gas khususnya di kalangan mahasiswa.

Seperti yang dialami Doni salah satu mahasiswa asal Sleman. Dia menemukan adanya kasus masyarakat yang sudah memiliki tabung gas, namun masih tetap mendapat pembagian tabung gas konversi seberat 3 kg.

Bahkan, ada pula yang dijual dengan harga Rp 100.000. "Saya dengar informasi warga yang sudah pakai kompor gas dan mendapat bantuan, tapi tabung gas itu lalu dijual ke mahasiswa Rp 100.000," katanya, Jumat (16/11).

Di tempat terpisah atau lebih tepatnya di kawasan Gejayan, Sleman, pembagian tabung gas konversi dilakukan secara pukul rata, sehingga hampir semua masyarakat mendapatkannya.

Hal ini terjadi karena para ketua RT dan tim konsultan tidak ada ketegasan mengenai kriteria penerima tabung dan kompor gas konversi.

Merata

"Pengumumannya dari RT. Katanya siapa saja yang mau dapat tabung gas langsung mendaftar, akhirnya mendaftar semua. Tidak mesti harus keluarga miskin (gakin)," ungkap Partono, salah seorang warga Gejayan.

Kasus yang sama juga juga ditemukan di Pogung. Yanti, ibu rumah tangga, menuturkan, masyarakat di wilayahnya mendapatkan tabung gas dari PT Pertamina secara merata hampir seluruh warga termasuk yang telah memilikinya.

Dia sendiri mengaku masih bingung apakah ada jaminan atau garansi jika tabung tersebut rusak, termasuk tempat untuk memperbaikinya. Selain itu, dia juga khawatir setelah mendapat pembagian tabung kemudian harga gas naik.

"Terus terang kalau dapat sih iya. Cuma kita belum paham apakah ada garansinya jika rusak nanti. Dan siapa tahu nanti malah naik harga gasnya,'' ujarnya.

Sementara itu, secara terpisah Totok Sugiharto selaku Sales Representatif Elpiji Rayon II Region 3 Domestik DIY dan Jawa Tengah Selatan PT Pertamina mengaku, pihaknya saat ini terus menyosialisasikan dan mendistribusikan tabung dan kompor gas di berbagai kabupaten dan kota di DIY hingga akhir tahun ini. Pembagian tabung gas baru dilakukan di Sleman. Adapun kabupaten lain akan menyusul sambil menunggu kesiapan pasokan dan pihak pemkab sendiri. (sgt-70)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA