| Sabtu, 17 Nopember 2007 | INTERNASIONAL |
Topan di Bangladesh, 500 TewasDHAKA - Lebih dari 500 orang tewas dan ribuan lainnya terluka atau hilang akibat topan yang menerjang pantai Bangladesh. Topan dhasyat itu disertai angin berkecepatan 140 mph, kata para pejabat, kemarin. Para pejabat setempat dan petugas bantuan Sabit Merah menyatakan 508 korban tewas telah dikonfirmasikan, sedang ribuan lainnya terluka atau hilang akibat amukan topan tersebut. Nahid Sultana, pejabat ruang kontrol topan di Dhaka, menjelaskan topan tropis Sidr menerjang pantai baratdaya Bangladesh Kamis malam. Topan tersebut disertai hujan lebat dan gelombang tinggi, sehingga menyebabkan daerah-daerah rendah dan beberapa pulau di lepas pantai terendam air. Namun kemarin pagi, topan kategori 4 tersebut melemah menjadi badai tropis dan bergerak ke timurlaut, jelas badan meteorologi Bangladesh. Menurut badan itu, meski langit masih mendung, kecepatan angin berkurang menjadi 37 mph. Badai tersebut telah meratakan dengan tanah ribuan rumah, merobohkan pohon, tiang listrik dan telepon, serta menghancurkan panenan dan peternakan ikan di 15 distrik pantai, kata pejabat darah dan saksi mata. Daerah yang paling parah terkena amukan topan itu adalah Bangladesh selatan, tempat sebagian besar korban tewas akibat tertimpa pohon atau puing rumah-rumah yang ambruk, sedang sebagian lainnya hanyut setelah jatuh dari perahu yang mereka tumpangi, jelas Sultana. 1,2 Juta Dievakuasi Sekitar 1,2 juta orang yang tinggal di daerah pantai juga telah dievakuasi dalam dua hari terakhir ini, kata para pejabat di distrik tersebut. Pasukan Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara serta petugas kepolisian di distrik-distrik tersebut telah dikerahkan untuk operasi-operasi penyelamatan, kata para pejabat itu. "Dari jendela rumah saya, saya dapat melihat seng terlepas dari atap rumah dan dahan pohon beterbangan di udara yang ditutup awan tebal," kata Moulvi Feroze Ahmed, pejabat pemerintah di Pulau St Martin di Teluk Benggala. "Seakan-akan air laut akan merenggut kami." Sebanyak 16 nelayan Bangladesh hilang setelah perahu penangkap ikan mereka tenggelam di Cox'z Bazar, kota pelancong sekitar 400 kilometer di sebelah tenggara Dhaka, kata perhimpunan nelayan setempat. Beberapa nelayan yang diselamatkan dari negara tetangga Bangladesh, Myanmar, mengatakan kepada beberapa pejabat Bangladesh bahwa 12 lagi teman mereka tewas tenggelam di laut. Para nelayan itu naik empat perahu penangkap ikan yang hanyut ke pantai Bangladesh akibat terpaan topan, kata petugas pertolongan di Teknaf, kota kecil yang terletak 500 kilometer di sebelah tenggara ibukota Bangladesh. Topan menerpa negara miskin di Asia selatan itu setiap tahun. Topan berkekuatan besar menewaskan lebih dari setengah juta orang pada 1970, sementara pada 1991, topan menewaskan 143.000 orang.(ap-rtr-niek-26) |