logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 17 Nopember 2007 BANYUMAS
Line

Puluhan Penumpang KA BBM Dirazia

BANYUMAS-Razia penumpang gelap kereta api, kemarin, kembali dilakukan jajaran Daop V Purwokerto. Razia yang dilakukan tim gabungan Polsus, Satpol PP, dan Polwil Banyumas menjaring 39 penumpang gelap.

Razia dilaksanakan di Stasiun Kebasen. Mereka yang terjaring terdiri atas 30 pengasong, tujuh penumpang tak berkarcis, dan dua orang gelandangan. Penumpang gelap tersebut berasal dari KA Sawunggalih Utama 27 orang dan KA BBM sebanyak 12 orang.

''Sehari-hari saya jualan nasi di kereta. Biasanya saya naik kereta ekonomi di jalur selatan antara Kroya sampai Banjar. Karena mau pulang ke Purwokerto, dari Kroya saya numpang KA Sawunggalih Utama,'' tutur Pariyem (50) asal Purwokerto.

Ia mengaku jualan di kereta sudah dijalani puluhan tahun. Mau jualan di pasar, tidak punya modal untuk sewa los. Disadari, jualan di atas kereta juga tidak nyaman karena dirazia.

Sementara Udin (30), warga Kebarongan yang terjaring karena naik KA BBM mengaku tak punya uang untuk ongkos bus. ''Saya naik kereta barang untuk menghemat. Biasanya aman, tapi kali ini bernasib sial, terjaring razia,'' ungkapnya.

Para penumpang gelap yang terjaring itu oleh petugas diminta membayar denda sesuai tarif normal. Adapun tarif KA Sawunggalih Utama Rp 70.000 per orang.

Tapi petugas dari Daop V akhirnya memberi toleransi dengan membayar denda tidak penuh bagi mereka yang baru sekali terjaring. (G23-75)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA