| Sabtu, 17 Nopember 2007 | BANYUMAS |
Singgih-Laily Cek KesehatanBANYUMAS-Anggaran penyelenggaraan tahapan pemilihan bupati dari pemkab yang belum cair berdampak terhadap cek kesehatan calon bupati dan wakil bupati. Biaya cek kesehatan di RSUD Banyumas itu masuk dalam anggaran KPU Banyumas. Namun karena biaya operasional KPU hingga kemarin belum cair, berpengaruh terhadap beberapa tahapan. Antara lain pemutakhiran data pemilih, cek kesehatan para calon bupati dan wakil bupati, serta operasional kantor dan PPK. Cek kesehatan calon bupati dan wakil bupati berakhir 3 Desember. Setelah itu tim dokter yang terdiri atas 11 dokter spesialis menyampaikan hasilnya ke KPU. Giliran pertama cek kesehatan kemarin adalah pasangan Singgih Wiranto-Laily Manshur. Laily datang lebih awal sekitar pukul 9.00. sedangkan Singgih sekitar pukul 10.00. Pemeriksaan berjalan santai dan penuh canda. Mereka ditemani fungsionaris Partai Golkar, misalnya Supangkat, Agung Pujatman, Roni Astuti Pesik, Nanung Astoto, serta Arif, asisten pribadi Sekda. Saat Singgih yang masih menjabat Sekda Banyumas itu akan diambil darahnya bercanda dulu dengan wartawan dan Ketua KPU Ismianto Heru Permana serta Iksanto, Divisi Pencalonan. Ketika Singgih akan di-rongent dan membuka bajunya, salah seorang wartawan bertanya,'' Mana tato beringinnya?'' Singgih menjawab,'' Tato tidak ada tapi dada pernah terbelah (pernah sakit sehingga harus menjalani pembedahan-Red).'' Darurat Cek kesehatan pasangan tersebut belum selesai dan akan dilanjutkan hari ini. Istanto MKes, koordinator tim medis RSUD Banyumas mengatakan biaya menjadi urusan antara rumah sakit dan KPU. ''Bagi kami yang penting dilayani dulu. Ini kan darurat. Tugas ini demi kepentingan Banyumas (pemilihan bupati-Red),'' tutur Istanto. Menurut dia, setelah semua calaon bupati dan wakilnya cek kesehatan, tim medis akan rapat untuk membuat rekomendasi. Hasilnya bersifat rahasia dan yang berhak mengumumkan KPU. ''Sebelum diperiksa para calon bupati dan wakil bupati sudah dimintai persetujuan bahwa hasilnya diserahkan ke KPU. Mereka juga tidak bisa mengetahui,'' tambahnya. Heru mengatakan saat pemeriksaan kesehatan semua calon didampingi KPU. Calon dari PKB akan cek kesehatan hari ini. Namun belum ada konfirmasi, begitu pula calon dari PDI-P dan koalisi. ''PDI-P dan PKB sampai hari ini masih mematangkan pasangan masing-masing. Tapi semua sudah mengambilkan formulir pendaftaran,'' ujarnya. (G22,in-27) |