SUARA MERDEKA
 
INDEKS WACANA Jumat, 16 Nopember 2007

Pertumbuhan ekonomi tahun ini diperkirakan lebih rendah dari target pemerintah sebesar 6,3 persen. Angka pertumbuhan kemungkinan maksimal hanya 6,2 persen. Itu pun dengan syarat apabila kinerja selama kuartal IV relatif baik dan mampu mencapai 6,4 - 6,6 persen. Sepintas tampaknya tak ada persoalan serius dengan perkembangan yang tak terlalu menggembirakan itu. Apa artinya bila bedanya hanya 0,1 persen? Tetapi jangan lupa, dampaknya terhadap penyerapan tenaga kerja sangat besar. Setiap 0,1 persen pertumbuhan diperkirakan akan terkait dengan sekitar 100 ribu kesempatan kerja. Jadi akan ada pengurangan sebesar itu.

Jangan terlalu cepat bersorak gembira menanggapi berita Pemerintah Kota Semarang memprogramkan sekolah gratis mulai tahun ajaran 2008. Justru perlu dikritisi, gratis dengan model seperti apa? Bagaimana pula "pengawalan" realisasinya? Sejauh mana kelak konsistensi kebijakan itu? Pertanyaan-pertanyaan tersebut bukanlah ungkapan sinisme terhadap kebijakan yang patut kita pandang luar biasa itu, melainkan hanya untuk mengingatkan betapa di sejumlah daerah, janji sekolah gratis lebih mengendap sebagai jargon politis: sekadar statemen atau janji dalam pemilihan umum atau pemilihan kepala daerah.

MEMPEROLEH haji mabrur merupakan idaman setiap orang yang menunaikan ibadah haji, termasuk sekitar 200 ribu calon haji (calhaj) Indonesia yang kini sudah mulai meninggalkan Tanah Air menuju Makkah al-Mukarramah. Meski begitu, tidak semua orang bisa mencapainya, kecuali yang mampu memenuhi beberapa syarat.

"SEORANG pesimis melihat kesulitan di setiap kesempatan; seorang optimistis melihat kesempatan dalam setiap kesulitan." Itu pendapat Winston Churchil, mantan Perdana Menteri Inggris. Di negeri ini, sekarang juga tengah mengalami musim "pesimis". Berjuta orang seakan kehilangan akal untuk menemukan cara apa yang harus dilakukan untuk menghadapi kondisi yang ada.

RENDAHNYA derajat kesehatan masyarakat Indonesia nampaknya berbanding lurus dengan rendahnya kesadaran masyarakat dalam berasuransi, termasuk asuransi kesehatan (askes).

Sebagai warga Kota Semarang tulen, tak ada salahnya saya juga ingin mengomentari tulisan Bapak Soedjarwo di Padangsari 20 Banyumanik yang dimuat 5 November 2007 tentang pelaksanaan Porwakos. 

  Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA