| Jumat, 16 Nopember 2007 | PANTURA |
Dikeroyok, Diduga Larikan GadisPEKALONGAN - Budi Harto (36), warga Kelurahan Pasirsari, Pekalongan Barat, Rabu malam (14/11) dikeroyok empat orang. Akibat dari pengeroyokan tersebut, kepala korban bocor dan tangan serta kakinya mengalami luka memar, sehingga perlu dirawat di rumah sakit. Luka yang diderita korban akibat dipukul dengan martil dan botol minuman yang masih ada isinya. Sedangkan pelakunya, Rejono (23), Beni (25), Daryoto (23), dan Cahyono (26), semuanya warga Tegalsari, Kecamatan Tulis, Batang, kini telah ditangkap polisi dan mendekam di sel tahanan Polsekta Pekalongan Barat. Selain mengamankan para tersangka, petugas menyita barang bukti tiga sepeda motor, martil, dan botol minuman. Salah satu tersangka, Beni, yang juga mantan adik Ipar korban, mengatakan pengeroyokan itu dilakukan karena merasa jengkel terhadap Harto. Pasalnya, korban membawa lari seorang gadis berinisial Kf (18), yang masih ada hubungan famili dengan keempat tersangka. 11 Hari ''Lebih kurang 11 hari saudara kami dibawa pergi Harto,'' tandasnya saat diperiksa anggota penyidik Polsekta Pekalongan Barat. Selanjutnya, tiga tersangka lainnya diajak mencari korban. Ketika sampai di Kelurahan Pasirsari, mereka mendengar laki-laki yang setiap hari berdagang barang rongsok di sekitar daerah itu. Ketika sampai di salah satu sudut jalan, mereka bertemu korban. Saat itu, Harto berusaha melarikan diri dan mereka langsung mengejarnya. Begitu jaraknya cukup dekat, salah satu tersangka memukul korban dengan sebuah botol minuman ringan yang dibelinya di warung sekitar pertigaan Ponolawen. Akibat pukulan tersebut, korban terjatuh dan kesempatan itu dimanfaatkan mereka memukulnya, baik memakai tangan kosong maupun martil. Kapolresta Pekalongan AKBP Drs Kushariyanto melalui Kapolsekta Pekalongan Barat AKP Sumarjo SH mengungkapkan, begitu mendengar ada keributan, pihaknya segera datang ke tempat kejadian. Empat pelaku pengeroyokan ditangkap dan semua barang bukti diamankan. ''Untuk sementara, kami menahan dan memeriksa para tersangka,'' katanya. Sementara itu, Harto sampai kini belum bisa dimintai keterangannya. Setelah kejadian itu, dia dirawat di Rumah Sakit Budi Rahayu. Namun ketika akan ditemui, salah satu tim medis tidak membolehkan wartawan masuk, karena belum mendapat izin dari pimpinan rumah sakit.(H4-17) |