logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 16 Nopember 2007 OLAHRAGA
Line

Persibat Minta Dana APBD Rp 7,5 Miliar

  • Dilewatkan Dinas Pendidikan

BATANG- Persibat yang promosi ke Divisi Utama Liga Indonesia, meminta alokasi APBD Rp 7,5 miliar. ''Tidak ada kata berhenti, Persibat tetap harus jalan. Untuk itu kami mohon dukungan dari seluruh komponen masyarakat,'' ujar Ketua Umum H Bambang Bintoro.

Dia menjelaskan, segala cara dan upaya terus dilakukan agar klub berjuluk Banteng Alas Roban itu tampil di lapangan hijau. Dia terlibat sejak tim itu masih di Divisi II tingkat regional, merangkak ke tingkat Nasional, Divisi I, dan sekarang promosi ke Divisi Utama.

''Salah satu alternatif dengan membuat karcis terusan, yang kemudian disebar ke masyarakat. Semua komponen harus kompak agar Persibat tetap jaya, '' tandas Bupati Batang itu.

Ketua Bidang IV H Priyodigdo menjelaskan, dana yang diajukan melalui plafon prioritas anggaran (PPA) itu sekarang masih dibahas di DPRD. ''Kami masukkan dana itu melalui satuan kegiatan di Dinas Pendidikan. Sekarang menunggu persetujuan. Masih dalam pembahasan,'' tambahnya.

Seperti Lelang

Dia menjelaskan, PP 58/2005 berdampak pada tim.

''Masalahnya sama dengan klub-klub yang dananya dari ABPD, jadi tidak hanya dialami Persibat. Namun, kami tetap mencari celah-celah agar tetap bisa berlaga,'' tandasnya.

Namun, apabila dana itu diloloskan, pihaknya juga bakal mengalami banyak kendala. Karena dengan sistem kegiatan, mekanismenya seperti lelang proyek.

''Meskipun demikian pengurus tetap komit dan mendukung langkah ketua umum untuk membawa Persibat terjun di Divisi Utama. Kami patut bangga, hanya dalam tempo tiga tahun bisa masuk divisi elite,'' ujar asisten III sekda itu.

Karenanya, ketua harian yang juga Manajer Persibat Purwanto pusing memikirkannya. ''Seadainya dana yang lewat PPA itu pun gol kami masih repot, karena perekrutan pelatih maupun pemain harus dilelang,'' ujar Ketua DPRD itu.

Dengan lelang, bisa jadi pelatih yang berkualitas dan populer akan kalah, karena mematok harga tinggi. Demikian juga dengan pemain.

''Karena itu, untuk menyelamatkan perjalanan tim-tim sepak bola, PP itu harus direvisi. Selama tidak ada perbaikan, mustahil tim-tim yang dibiayai melalui APBD akan hidup,'' ujarnya.(ar-22)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA