| Jumat, 16 Nopember 2007 | OLAHRAGA |
Menang 2-1 dengan Formasi 3-4-3KENDAL-Tampil dengan formasi yang jarang dimainkan, 3-4-3, PSIS menang 2-1 atas Persik dalam latih tanding melawan tuan rumah Persik di Stadion Utama Kebondalem, Kendal, kemarin. Dua gol pasukan Mahesa Jenar masing-masing dihasilkan Taufik menit 48 dan Joao Carlos menit 81. Sedangkan gol semata wayang tuan rumah diciptakan Slamet menit 69. Formasi 3-4-3 yang dipakai Sartono pada laga tersebut, ternyata juga mengubah komposisi pemain. Perubahan mencolok terjadi di lini depan dan tengah. M Ridwan yang biasanya diplot sebagai sayap, digeser naik menjadi penyerang lubang. Pemain timnas senior itu mendampingi Igor Joksimovic dan Indriyanto Nugroho yang berperan sebagai striker. Di lini tengah, Khusnul Yaqien dijadikan gelandang serang. Padahal, biasanya dia dimainkan di sayap kanan. Gelandang bertahan dipercayakan kepada Bangun Permana. Mantan pemain Pra-PON Jateng itu berpeluang menjadi pengganti Kahudi yang absen lawan Persita nanti. Dua pemain sayap tetap dipercayakan kepada Harri Salisburi dan Denny Rumba. Di lini belakang tidak ada perubahan mencolok. Maman Abdurahman, Zoubairou dan Idrus Gunawan menjadi palang pintu pertahanan. ''Itu merupakan gambaran komposisi yang akan diturunkan saat melawan Persita. Ya itu belum termasuk Julio Lopez dan Didier Koutouzi yang absen,'' jelas Sartono. Dengan formasi dan komposisi itu, serangan-serangan dibangun dari lini tengah ke depan merepotkan barisan pertahanan Persik yang digalang Untung Sudrajat. Peran M Ridwan sebagai penyerang lubang begitu terlihat. Tak jarang dia melakukan penetrasi ke kotak penalti yang membahayakan gawang lawan. Penetrasi bervariasi juga dilakukan Khusnul dan Denny Rumba. Namun, serangan yang menghasilkan peluang itu tak membuahkan gol. Penyelesaian akhir pemain masih lemah. Tuan rumah pun bukannya tanpa peluang. Tim asuhan Firmandoyo itu bermain taktis dan tenang. Serangan-serangan mereka terencana sehingga enak dinikmati. Meski kalah kelas, dengan mengandalkan kolektivitas permainan mereka mampu mengimbangi Maman Abdurahman cs. Tak heran, hingga turun minum kedudukan tetap tanpa gol. Babak Kedua Pada babak kedua, Sartono melakukan perubahan. Igor Joksimovic diganti Taufik. Denny Rumba keluar, Joao Carlos masuk. Praktis, pergantian tersebut mengembalikan posisi Khusnul ke sayap kanan. Pertandingan baru berjalan tiga menit, Taufik langsung mengetarkan jala Susanto. Umpan Harri Salisburi 1dari sektor kanan pertahanan ''Laskar Bahurekso'', diterima Taufik di kotak penalti. Pemain asal PS POP itu membalikkan badan sambil melakukan tendangan keras ke arah gawang. Setelah gol tersebut, pertandingan menjadi lebih menarik. Persik meningkatkan tempo permainan. Mereka memiliki peluang lewat Taryono. Namun, I Komang Putra masih bisa mementahkan peluang tersebut. Serangan-serangan itu tidak lepas dari lemahnya lini tengah anak-anak Semarang. Para pemain sering kehilangan bola dan salah umpan. Lewat kerja sama yang apik dari sektor kanan pertahanan PSIS, Slamet memaksa Agus Murod yang menggantikan Komang memungut bola dari sarangnya. Melihat lini tengah keropos, Sartono memasukkan Julian Kusuma untuk menggantikan Taufik. Sedangkan Joao Carlos ditarik sedikit ke atas mendampingi Indriyanto Nugroho. Pergantian itu menjadikan lini tengah kembali solid. Mahesa Jenar pun gantian mendikte permainan. Lewat penetrasi yang cepat ke kotak penalti, Ridwan melancarkan tendangan keras. Kiper Susanto berhasil menepis. Namun, bola muntah itu langsung disambut Joao yang ada di depan gawang untuk mengubah skor. (H13-22) |