| Jumat, 16 Nopember 2007 | NASIONAL |
Identitas Perampok Mulai Diketahui
SEMARANG- Penyidikan kasus perampokan pada Rabu (14/11) di rumah pengusaha kaca, Saputro (60), terus dikembangkan. Kemarin, polisi menggelar rekonstruksi di lokasi kejadian dan mendatangkan tukang gambar wajah. Menurut Kasat I Opsnal Ditreskrim Polda Jateng AKBP Nelson Pardamean Purba SIK, sketsa wajah yang dilakukan tukang gambar tidak jauh dari ciri-ciri yang disampaikan lima saksi yang mengetahui wajah perampok. Lima saksi itu adalah tiga pembantu yang disekap perampok di kamar mandi, dan dua orang warga sekitar. Keduanya saat kejadian melihat sekilas orang lari keluar dari rumah mewah di Jl DI Panjaitan 96 di kawasan Kampung Kali itu. ''Ya kami sudah ada gambaran wajah pelaku. Setelah tukang gambar wajah yang didatangkan Satreskrim Polresta Semarang Timur mendapatkan penjelasan dari saksi-saksi yang melihat wajah pelakunya,'' terang Nelson. Berkait teknis penyidikan, pihaknya belum bisa menyampaikan ciri-ciri detail wajah ketiga pelaku. Namun berdasarkan keterangan tiga pembantu yang disekap, satu orang berkulit agak kuning dan bermata sedikit sipit. Dua pelaku lainnya, berbadan tegap dan kekar, serta berambut cepak dan berkulit sawo matang. Selain itu logat bicaranya agak cadel berbahasa Indonesia. Meski telah mengantongi gambaran identitas wajah pelaku, penyidik terus mempertajam ciri-ciri lainnya. Hal itu dilakukan untuk dikaitkan dengan kasus perampokan lainnya yang belum terungkap. Bahkan pemilik rumah juga dimintai keterangan penyidik. ''Untuk sementara, kami belum bisa banyak bicara. Nanti kalau terungkap pasti dibeberkan siapa pelakunya,'' terangnya. Tertutup Sementara itu, mulai pukul 09.00 penyidik gabungan dari Ditreskrim Polda Jateng, Satreskrim Polwiltabes Semarang dan Polresta Semarang Timur yang berpakaian preman, menggelar rekonstruksi tertutup. Dari rekonstruksi diketahui saat kejadian salah seorang pembantu (Rumini-red) menendang salah seorang pelaku. Yakni saat tiga perampok memaksa masuk dan menodongkan senjata. Namun perlawanan tersebut memancing tindakan lebih keras dari para pelaku. Salah seorang pembantu diketahui malah gantian ditendang salah seorang perampok hingga terjengkang. Tindakan keras perampok berikutnya adalah memaksa masuk ketiga pembantu. Mereka dikumpulkan di ruang tengah. Perampok memaksa ditunjukkan ruang penyimpanan uang dan perhiasan majikan.(D12, H21, H40-60) |