logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 16 Nopember 2007 NASIONAL
Line

Kadin Jateng Rintis Kerja Sama dengan Kadin Kyoto dan Osaka


SM/Adi Eko BAHAS KERJA SAMA: President Nikko Seisakusyo, Nichijun Yamamoto, yang juga ketua organisasi pengusaha muda di Kyoto (kiri) ketika membahas rencana pengembangan kerja sama dengan Kadin Jateng, yang dipimpin Ir Budi Santoso. (30)

KYOTO- Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Tengah merintis kerja sama dengan Kadin Kyoto dan Osaka. Rintisan tersebut, Kamis kemarin diawali dalam pertemuan delegasi Jateng ke Jepang, yang dipimpin pencetus kerja sama, Ir Budi Santoso, di perusahaan Nikko Seisakusyo, Kyoto.

Di perusahaan yang memproduksi suku cadang electric lift truck (lebih dikenal dengan forklif) itu bekerja enam orang dari Indonesia; lima dari Jateng dan seorang dari Bali. Empat di antara mereka adalah peserta program Departemen Tenaga Kerja (Depnaker) International Medium Man Power (IMM). Dua yang lain; Nurudin dari Klaten dan Komang dari Bali, sudah menjadi karyawan tetap dan menikah dengan wanita Jepang.

Delegasi diikuti oleh Ketua Kadin Jateng Ir Solichedi dan anggotanya; Kukrit Suryo Wicaksono (Bidang Hubungan Internasional dan Perdagangan Luar Negeri), Ir Dhodit LA Wardana (Bidang Investasi), dan H Sukotjo Hardiwinoto (Ketua Komite Tetap Kerja Sama Jepang). Mereka diterima oleh Presiden Nikko Seisakusyo, Akihisa Yamamoto dan Nichijun Yamamoto yang juga ketua organisasi pengusaha muda Kyoto.

Akihisa menyatakan senang bisa mendidik tenaga-tenaga dari Indonesia. Bahkan, menurutnya, 15 anak muda yang telah magang di perusahaannya, sekarang berpatungan mendirikan usaha sendiri di Surabaya. ''Mereka tetap menjalin hubungan baik dengan kami,'' katanya.

Perluas Jaringan

Ketua Kadin Jateng Ir Solichedi menjelaskan, target organisasinya adalah memperluas jaringan magang Kadin. ''Khusus dengan Kyoto, kami menaruh harapan besar, karena mereka ternyata sangat senang dengan tenaga kerja dari Indonesia. Karena itu, Kadin Jateng berharap bisa masuk ke Kadin Kyoto, sehingga program magang bisa berkelanjutan,'' katanya.

Sejak 14 tahun yang lalu, Kadin Jateng sudah melaksanakan kerja sama magang kerja dengan Kadin Kosai, Jepang. Menurut rencana, kerja sama itu akan dikembangkan dengan Kadin Kyoto dan Kadin Osaka. ''Besok (hari ini, 16/11) kami akan membahas upaya kerja sama dengan Kadin Osaka,'' kata Solichedi.

Sasaran kerja sama itu adalah perusahaan kecil-menengah (UKM) yang di Jepang maju pesat. Mereka adalah basis industri di negeri itu, yang menjadi subkontraktor perusahaan besar; perusahaan mobil, mesin-mesin foto kopi, printer, forklif, dan sebagainya.

''Mereka berangkat dari bawah, dan merasa ikut bertanggung jawab terhadap kelanjutan usaha para tenaga kerja Indonesia yang sudah magang. Mereka ingin kerja sama ini berkembang, misalnya tenaga kerja kita bisa membuat perabot (komponen), mereka akan mau membeli dan akan membantu menyediakan mesinnya,'' kata Ir Budi Santoso. (C19-60)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA