| Jumat, 16 Nopember 2007 | NASIONAL |
Komisi E Minta MaafAsrama Haji Belum Layak
BOYOLALI- Komisi E DPRD Jateng meminta maaf kepada seluruh jamaah calon haji yang akan berangkat melalui Embarkasi Adisumarmo Surakarta mulai Sabtu besok pagi. Hal itu berkait dengan belum layaknya fasilitas yang bakal diterima calhaj selama berada di Asrama Haji Donohudan. Sekretaris Komisi E DPRD Thontowi Jauhari mengakui, fasilitas yang disediakan Asrama Haji masih belum memadai, di antaranya satu kamar yang ditinggali 48 orang dengan tiga kipas angin dan tujuh kamar mandi. Ini berbeda jauh dengan yang diterima calhaj dari Embarkasi Surabaya maupun Batam. "Tempat tidur yang dipakai tingkat. Padahal karakter masing-masing calhaj berbeda. Ada yang setiap hari memakai kamar yang luas, nyaman, dan ber-AC. Karena itu, kami mohon maaf barangkali fasilitas yang disediakan tidak sesuai standar yang diinginkan," jelasnya saat memantau kesiapan pemberangkatan haji di Asrama Haji, kemarin. Anggota Fraksi PAN itu menyatakan, idealnya Asrama Haji Donohudan hanya melayani 15.000 calhaj. "Tapi kenyataan yang dilayani tahun ini mencapai 33 ribuan." Sesuai jadwal, Jumat ini jamaah calon haji asal Kota Semarang mulai memasuki asrama. Calhaj sejumlah 405 orang termasuk petugas itu akan dilepas Gubernur Drs Ali Mufiz MPA, Sabtu (17/11) pukul 08.00. Tidak Efektif Thontowi mengusulkan pengubahan model pemberangkatan haji. "Ke depan pelayanan haji tidak perlu transit dulu ke asrama melainkan langsung ke bandara. Jadi sama dengan orang yang akan bepergian ke luar negeri atau haji mandiri seperti ONH plus," jelasnya. Alasan dia, pemberangkatan melalui asrama haji menyebabkan tidak efektif dan butuh biaya lebih tinggi. Seluruh proses pemeriksaan yang dilakukan di asrama haji pun, bisa dilakukan di bandara. "Ini bisa menjadi satu pilihan, tanpa mengubah sistem transit yang sudah ada. Sebab kalau kami lihat latar belakang calhaj, dari pendidikan misalnya, separo lebih hanya lulusan SD dan SMP. Tentunya haji mandiri menjadi hal yang sulit bagi calhaj dengan pendidikan rendah." Bila hal itu bisa diterapkan mulai beberapa tahun ke depan, selanjutnya tidak akan dibutuhkan lagi asrama haji untuk transit calhaj. "Sebab biaya pemeliharaan asrama itu sangat besar. Padahal asrama hanya ramai saat musim haji," kata Khafid Sirotudin, anggota Komisi E. Tahun ini jumlah calhaj yang akan berangkat melalui Embarkasi Adisumarmo 33.997 orang yang terbagi atas 82 kelompok terbang. Sebanyak 29.257 orang di antaranya berasal dari Jateng, 3.111 orang dari DI Yogyakarta, 223 orang dari Kalimantan Tengah. Selain itu, 81 orang TPHI, 82 orang TPIHI dan 46 TKHI. Tahun ini pesawat yang digunakan berbadan besar, sehingga sekali terbang bisa mengangkut 405 jamaah serta petugas. Untuk pemberangkatan, Kanwil Depag Jateng sudah membentuk satuan tugas panitia penyelenggara ibadah haji (PPIH) sejumlah 360 orang. Mereka sudah dilantik pada Rabu (14/11) malam oleh Ketua Satgas yang juga Kepala Kanwil Depag Drs H Masyhudi MM. Kapolres Boyolali AKBP Waluyo Tri Widodo mengingatkan agar warga mewaspadai tujuh titik rawan selama pemberangkatan musim haji tahun ini. Tujuh titik rawan tersebut berada di jalur jalan menuju Asrama Haji Donohudan, Ngemplak, Boyolali dan jalur pemberangkatan dari asrama menuju Bandara Adisumarmo. "Jalur jalan yang rawan macet dan tindak kejahatan itu meliputi Gejikan, Banarejo, asrama haji, asrama Armina, sebelah timur asrama haji tepatnya pertigaan sate, SMP Nurul Islam, luar pintu bandara," jelas dia melalui anggota satuan tugas Bidang Keamanan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Adisumarmo, Kompol Tutug DS. (G13,J5-46) | ||||