|
|
Dari zaman Orde Baru, pegawai negeri sipil menjadi sasaran empuk untuk
mendulang suara setiap kali pemilihan umum. Golkar kala itu memobilisasi
mereka untuk kemenangannya bertahun-tahun. Dimulai dari kementerian dalam
negeri dan kementerian lain terus ke bawah sampai di tingkat kelurahan/desa.
Maka, akan ketahuan siapa berkontribusi apa, dan bila tidak mau rasakan
akibatnya. Model mobilisasi demikian inilah yang menjadikan Golkar kala
itu tak tertandingi. Era reformasi berlangsung, PNS tidak lagi boleh disentuh.
|
 |
Keputusan DPRD Kota Semarang untuk tidak menyetujui permohonan tambahan
dana kepada PSIS melalui APBD perubahan, mendapat reaksi keras suporter.
Mereka menggelar demonstrasi di kompleks Balai Kota, pekan lalu. Namun
aksi Snex dan Panser Biru itu sebenarnya telah membuka ruang bagi terjadinya
hubungan yang lebih intensif antara pengelola PSIS dengan DPRD, eksekutif,
dan komunitas sepak bola Semarang. Para pendukung tim yang telah bersusah
payah mengeluarkan dana dan tenaga untuk mendukung kesebelasan pujaannya,
perlu untuk mengetahui informasi-informasi penting menyangkut pengelolaan
PSIS.
|
 |
SEBUAH penelitian yang dilakukan oleh Judy Motion (2000) di New
Zealand terhadap politikus perempuan menunjukkan bahwa politikus perempuan
cenderung diposisikan dalam wilayah domestiknya sebagai istri, ibu, dan
pasangan, daripada sebagai pribadi dengan segenap kemampuannya.
|
 |
SELALU saja dalam pemilihan kepala daerah (pilkada), Nahdlatul
Ulama (NU) menjadi perhatian serius bagi para bakal calon (balon). Hampir
semua balon mengakui NU memag fantastis, sebab tak ada satu organisasi
kemasyarakatan (ormas) pun yang memiliki kapital politik sebesar organisasi
itu. Bisa dibayangkan bila balon berhasil menguasainya.
|
 |
Sikap arogan dan tidak simpatik menjadi penyebab hilangnya rasa kebersamaan
dan rusaknya hubungan kerja yang baik antara sesama institusi hukum. Setidaknya
itulah pendapat pribadi saya ketika menyaksikan proses bon pinjam tahanan
3 tersangka yaitu Muji bin Simun, Yudi Hartono bin Rochman, Teguh Wiranto
bin Risman.
|
|