JAKARTA-Apa yang terjadi jika sebuah konser yang dibarengkan
dengan rilis album dilangsungkan di sebuah kapal perang yang berlayar di
laut lepas. Sebuah pengalaman yang sulit dilupakan.
|
 |
MENURUT pengamat musik Remy Soetansyah, banyak catatan bagus
yang diberikan pada empat album Padi terdahulu. Dan di album mereka terkini,
catatan membanggakan itu sepatutnya kembali ditorehkan.
|
 |
JAKARTA-Sukses melahirkan Siti "Pijit", Agus "Kenek"
dan Jupri "Asong", TPI menggelar Dangdut Mania 2 yang
hajatannya akan dimulai Kamis (15/11) besok pukul 20.00. Berbeda dari hajatan
sebelumnya, kali ini yang lebih diandalkan adalah penilaian juragan (juri)
dalam penentuan peserta yang harus tersisih alias mendapat talak tiga.
|
 |
JAKARTA-Ahmad Dhani mengizinkan istrinya, Maia Estianty, untuk
bertemu dan bermain dengan ketiga anaknya asalkan mereka tidak dibawa ke
studio. Dia mengatakan hal itu usai melakukan pertemuan dengan ketua Komisi
Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Giwo Rubianto.
|
 |
SEMARANG-Memboyong serangkaian penghargaan membuat Kerispatih
lantas tidak besar kepala. Grup band yang matang digodog di Jakarta Music
Institute ini tetap tampil low profile.
|
 |
LAMA tak terdengar kabarnya di blantika musik tanah air, tak
membuat Franky Sahilatua berhenti berkreasi. Meski tak pernah lagi
muncul di layar kaca dan memasuki dapur rekaman, dia tetap sibuk berkeliling
untuk menyanyi.
|
 |
SEMARANG-Himpunan Mahasiswa (Hima) Bahasa dan Sastra Indonesia
FBS Unnes mengadakan Seminar Akademik "Ketoprak: Potret Seni Tradisi
Menaklukkan Zaman", Kamis (15/11) pukul 09.00 di Gedung Bundar Dekanat
FBS Unnes kampus Sekaran. Pembicara Sucipto Hadi Purnomo dan Teguh Supriyanto.
Selain dikenal sebagai penulis cerita sambung berbahasa Jawa "Saridin
Mokong" di harian ini, Sucipto adalah peneliti ketoprak di kawasan
Pati dan dosen Sastra Jawa FBS Unnes. Sedangkan Teguh adalah dosen sastra
yang meraih gelar doktor lewat penelitian terhadap lakon "Nagasasra
Sabuk Inten" atau "Mahesa Jenar". "Lewat seminar ini,
kami ingin mendedah strategi estetis yang dimainkan oleh para pegiat ketoprak
agar keseniannya tetap eksis di tengah ketegangan antara tradisi dan modernitas,"
kata Sungging Widagdo, penanggung jawab acara. (D18-45)
|