SUARA MERDEKA
 
INDEKS BUDAYA Rabu, 14 Nopember 2007

JAKARTA-Apa yang terjadi jika sebuah konser yang dibarengkan dengan rilis album dilangsungkan di sebuah kapal perang yang berlayar di laut lepas. Sebuah pengalaman yang sulit dilupakan.

MENURUT pengamat musik Remy Soetansyah, banyak catatan bagus yang diberikan pada empat album Padi terdahulu. Dan di album mereka terkini, catatan membanggakan itu sepatutnya kembali ditorehkan.

JAKARTA-Sukses melahirkan Siti "Pijit", Agus "Kenek" dan Jupri "Asong", TPI menggelar Dangdut Mania 2 yang hajatannya akan dimulai Kamis (15/11) besok pukul 20.00. Berbeda dari hajatan sebelumnya, kali ini yang lebih diandalkan adalah penilaian juragan (juri) dalam penentuan peserta yang harus tersisih alias mendapat talak tiga.

JAKARTA-Ahmad Dhani mengizinkan istrinya, Maia Estianty, untuk bertemu dan bermain dengan ketiga anaknya asalkan mereka tidak dibawa ke studio. Dia mengatakan hal itu usai melakukan pertemuan dengan ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Giwo Rubianto.

SEMARANG-Memboyong serangkaian penghargaan membuat Kerispatih lantas tidak besar kepala. Grup band yang matang digodog di Jakarta Music Institute ini tetap tampil low profile.

LAMA tak terdengar kabarnya di blantika musik tanah air, tak membuat Franky Sahilatua berhenti berkreasi. Meski tak pernah lagi muncul di layar kaca dan memasuki dapur rekaman, dia tetap sibuk berkeliling untuk menyanyi.

SEMARANG-Himpunan Mahasiswa (Hima) Bahasa dan Sastra Indonesia FBS Unnes mengadakan Seminar Akademik "Ketoprak: Potret Seni Tradisi Menaklukkan Zaman", Kamis (15/11) pukul 09.00 di Gedung Bundar Dekanat FBS Unnes kampus Sekaran. Pembicara Sucipto Hadi Purnomo dan Teguh Supriyanto. Selain dikenal sebagai penulis cerita sambung berbahasa Jawa "Saridin Mokong" di harian ini, Sucipto adalah peneliti ketoprak di kawasan Pati dan dosen Sastra Jawa FBS Unnes. Sedangkan Teguh adalah dosen sastra yang meraih gelar doktor lewat penelitian terhadap lakon "Nagasasra Sabuk Inten" atau "Mahesa Jenar". "Lewat seminar ini, kami ingin mendedah strategi estetis yang dimainkan oleh para pegiat ketoprak agar keseniannya tetap eksis di tengah ketegangan antara tradisi dan modernitas," kata Sungging Widagdo, penanggung jawab acara. (D18-45)

  Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA