logo SUARA MERDEKA
Line
Minggu, 11 Nopember 2007 NASIONAL
Line

JELANG PILGUB 2008

PDI-P Tak Istimewakan Cagub dari Kader atau Militer

SEMARANG- Dalam pemilihan calon gubernur Jateng yang diusung dalam Pilgub 2008, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) tidak akan membedakan calon berasal dari unsur kader, militer atau bukan. Sekjen DPP PDI-P Pramono Anung menegaskan yang terpenting yakni yang bersangkutan mau bekerja keras untuk memajukan wilayah.

Disamping itu, ideologi yang dianut bakal calon tidak berseberangan dengan partai dan mau bekerja sama dengan PDI-P. ''Kami tidak terpacu pada dikotomi sipil-militer. Siapa pun memiliki kesempatan yang sama untuk maju melalui PDI-P,'' kata dia di sela-sela ''Halalbihalal, Pelantikan DPD Jateng Baitul Muslimin Indonesia (BMI) dan Pelantikan DPD Jateng Banteng Muda Indonesia (BMI)'' di Auditorium RRI Jl Ahmad Yani Semarang, Sabtu (10/11).

Yang mendapat mandat sebagai Ketua DPD Jateng Baitul Muslimin Indonesia yakni Begug Purnomosidi dan Hendi Hendrar Prihadi (Ketua DPD Jateng Banteng Muda Indonesia). Dalam acara itu, dijadwalkan Ketua DPD Jateng Murdoko akan memberikan sambutan dan penyanyi balada Franky Sahilatua-yang dibawa bacagub Sumaryoto- akan tampil dihadapan hadirin namun ternyata tidak mendapat kesempatan maju ke podium. Sejumlah peserta menilai hal ini sebagai pencekalan bakal calon gubernur.

''Saya juga heran, sebagai Ketua DPD Jateng saya kok tidak diberi kesempatan memberikan sambutan. Padahal selama ini dalam kegiatan PDI-P, saya selalu diberi kesempatan memberi sambutan,'' aku Mudoko.

Penentuan calon gubernur PDI-P akan mengacu pada hasil polling. Sampai saat ini, lanjut Pramono, DPP telah menggelar jajak pendapat yang dua kali, dan dalam waktu dekat akan diadakan yang ketiga. Polling dilakukan secara internal dan eksternal. Internal melalui rapat kerja daerah khusus (Rakerdasus) yang bakal dilaksanakan dalam waktu dekat. Sementara, yang eksternal adalah survei terhadap 13 nama yang telah mendaftar di DPD PDI-P Jateng dan nama lain yang beredar di masyarakat dan maju lewat partai lain.

Transparan

Nama bacagub yang maju lewat partai lain, lanjut dia, turut dimasukkan dalam polling sebagai kompetitor dan untuk melihat sejauh mana publik merespons calon bersangkutan. Ia menjamin ketiga belas nama calon yang telah masuk daftar di DPD yakni Bibit Waluyo, Sumaryoto, Eko Budihardjo, Imam Suroso, M Tamzil, Muhammad Hakim, Chaerul Rasjid, Ahmad Zainuri Zain, Rustriningsih, Abdul Rozak Rais, Mudji Utomo, dan Murdoko, serta Ali Mufiz telah masuk dalam polling yang digelar DPP.

Tapi Pramono enggan membeberkan dua kali hasil polling yang telah dilakukan, dengan alasan hal ini sebagai bagian internal dari pertimbangan partai. Ia mengatakan, cara penentuan nama calon gubernur/ wakil gubernur yang dikembangkan partainya ini akan memberikan kepuasan bagi siapa pun yang maju dan mencalonkan diri pada PDI-P karena dilalukan secara transparan. (H7,H37-59)


Berita Utama | Bincang - Bincang | Semarang | Karikatur | Olahraga
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA