| Sabtu, 10 Nopember 2007 | NASIONAL |
Presiden Anugerahkan Gelar Pahlawan NasionalJAKARTA- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, di Istana Negara, kemarin, menganugerahkan Gelar Pahlawan Nasional dan Tanda Kehormatan Republik Indonesia kepada sembilan orang. Mereka yang mendapatkan anugerah tersebut adalah almarhum Mayjen TNI (Purn) dokter Adnan Kapau Gani (pejuang 45 dari Sumatera Selatan), almarhum Mr Dr Ida Anak Agung Gde Agung (pejuang dan diplomat dari Bali), Mayjen TNI (Purn) Prof Dr Moestopo (pejuang 45 dari Jawa Timur), dan mendiang Brigjen TNI (Anumerta) Ignatius Slamet Rijadi (pejuang 45 asal Jawa Tengah). Selanjutnya, almarhum Ahmad Dahlan Ranuwihardjo (mantan anggora Dewan Nasional RI, mantan anggota DPRGR MPRS, mantan wakil ketua komisi hukum dalam negeri DPRGR, dan mantan anggota Badan Pekerja MPRS) Kemudian almarhum Prof Dr Tengku Muhammad Hasbi Ashshiddieqy (mantan anggota Konstituante), almarhumah Rohana Koedoes (tokoh wanita dan wartawati asal Sumatera Barat), almarhum Nya Abbas Akup (sutradara terkenal dan berprestasi), serta dan almarhum Daeng Soetigna (tokoh utama pengembang dan pelestari angklung). Berdasarkan keputusan Presiden No.066 TK Tahun 2007, gelar Pahlawan Nasional diberikan kepada Adnan Kapau Gani (1905-1968), Ida Anak Agung Gde Agung (1921-1999), Moestopo (1913-1986) dan Ignatius Slamet Riyadi (1927-1950). Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera Utama, berdasarkan Keputusan Presiden No.067 TK Tahun 2007 dianugerahkan kepada Dahlan Ranuwihardjo dan Hasby Assshiddieqy. Tanda Kehormatan Bintang Jasa Utama berdasarkan Keputusan Presiden No.068 TK Tahun 2007 dianugerahkan kepada Rohana Koedoes, dan Tanda Kehormatan Bintang Budaya Parama Dharma berdasarkan Keputusan Presiden No 069 TK Tahun 2007 dianugerahkan kepada Nya Abbas Akup dan Daeng Soetigna. (F4-62) |