logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 07 Nopember 2007 NASIONAL
Line

Jatah BBM Bersubsidi Dibatasi

  • Pasokan Minyak Tanah Mulai Dikurangi

JAKARTA-Pemerintah berencana membatasi penggunaan BBM bersubsidi khususnya jenis premium untuk pribadi. Namun, pemerintah belum memerinci bagaimana mekanisme pembatasan tersebut. Kebijakan ini dilakukan terkait dengan terus naiknya harga minyak dunia yang mendekati 100 dolar AS per barel.

''Pemerintah tidak mungkin menaikkan harga BBM bersubsidi namun yang akan dilakukan adalah membatasi penggunaannya. Bappenas akan merumuskan langkah-langkah jangka pendek, menengah, dan panjang untuk penghematan itu mulai 2008,'' katanya Menneg Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Paskah Suzetta di Gedung Bappenas, Jl Imam Bonjol, Jakarta kemarin.

Ia menegaskan penghematan BBM ini hanya akan dilakukan pada penggunaan pribadi sedangkan untuk transportasi umum tidak akan dibatasi.

Terkait dengan kenaikan subsidi BBM menjadi Rp 91 triliun, Paskah mengatakan, hal itu masih dalam tahap pembahasan jika program penghematan dan konversi energi tidak berjalan dengan baik dan lifting (produksi minyak) tidak terpenuhi.

Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro menegaskan pembatasan itu merupakan satu-satunya cara untuk penghematan BBM dan mengamankan anggaran negara. Saat ini ada tiga opsi bagi pemerintah menghadapi kenaikan subsidi BBM. Menaikkan harga BBM subsidi, mengurangi volume BBM subsidi dan kombinasi keduanya. "Tapi kalau opsi satu sejauh ini tidak akan kita lakukan, berarti opsi tiga juga tidak. Berarti tinggal opsi dua," katanya.

Ia menjelaskan, untuk pengurangan volume BBM bersubsidi, arena bertarungnya adalah premium dan minyak tanah. "Kalau volume paling banyak di premium, tapi kalau disparitas harga subsidi ada di kerosin (minyak tanah)," katanya.

Ia menampik kemungkinan terjadinya kelangkaan dengan adanya pengurangan volume BBM subsidi. "Mengurangi volume bisa terjadi kelangkaan kalau tidak diganti volume lain. Tapi sekarang kita jalankan minyak tanah diganti elpiji," katanya.

Begitu juga untuk listrik. Satu-satunya cara mengurangi subsidi listrik adalah dengan mengurangi penggunaan BBM untuk pembangkit listrik. "Satu-satunya yang bisa kta lakukan adalah penghematan habis-habisan, tapi listrik masa depannya lebih bagus dan jelas karena ada program 10 ribu MW," katanya.

Purnomo menambahkan, pihaknya sudah mengajukan rekomendasinya pada tim khusus yang membahas subsidi. Dan jika ada kelebihan realisasi subsidi, maka akan dibahas di APBN-P 2008.

Neraca Pembayaran

Direktur Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Made Sukada mengatakan kenaikan harga minyak di dunia masih berdampak positif terhadap neraca pembayaran Indonesia. ''Kombinasi kenaikan harga komoditi dunia dan ekspor yang meningkat memperbaiki neraca pembayaran Indonesia,'' katanya di Gedung BI, Jl Thamrin, Jakarta kemarin.

Kombinasi faktor fundamental tersebut juga terlihat dari penguatan rupiah yang terus terjadi hingga Oktober.

Karenanya, Made berharap kondisi tersebut dapat dimanfaatkan kalangan pengusaha untuk mengambil peluang ekonomi yang terbuka dengan perkembangan harga komoditi yang terus naik. Salah satunya dengan diversifikasi negara ekspor dari negara maju ke negara emerging market seperti China dan India.

Menurutnya, proyeksi IMF mengenai melambatnya ekonomi global dari 5,2 persen menjadi 4,8 persen memang berdampak pada permintaan pasar ekspor di dunia. Bersamaan dengan itu, permintaan dunia akan minyak mentah pun akan berkurang sehingga harganya pun bisa menyesuaikan.

''Potensi penyesuaian harga minyak dunia tidak tertutup kemungkinan. Berapa cepat dan kapan interaksinya sangat dipengaruhi pelaku pasar. Kalau negara-negara penghasil minyak bisa memenuhi, tentu ada batas kenaikan harga,'' tambahnya.

Pengurangan Minyak Tanah

Sementara itu, Pertamina Jateng dan DIY mulai melakukan pengurangan suplai minyak tanah bersubsidi antara 10-20%. Untuk tahap awal dilaksanakan di empat kecamatan pelaksanaan program konversi minyak tanah ke elpiji di Semarang, yaitu Gajahmungkur, Ngaliyan, Tugu, dan Semarang Barat.

Customer Relation Pertamina BBM Retail Region IV, Heppy Wulansari mengatakan, nantinya pengurangan jumlah suplai tersebut dilaksanakan bertahap. Tujuannya untuk menghindari persepsi kelangkaan maupun gejolak sosial. Hal itu seiring dengan pelaksanaan program konversi tahap kedua yang akan dikebut untuk dirampungkan hingga akhir Desember 2007 di kecamatan lainnya.

''Masing-masing agen di empat kecamatan pelaksanaan program konversi tahap pertama nantinya mendapatkan pengurangan alokasi dari total suplai minyak tanah 2.188 kiloliter. Di wilayah tersebut terdapat 18 agen dan 755 pangkalan yang nantinya mendapat pengurangan 10% atau 20 kiloliter/hari,'' katanya Selasa (6/11).

Untuk mengantisipasi kelangkaan minyak tanah di wilayah tersebut, nantinya dikembangkan penjualan minyak tanah dengan mobil tangki keliling. Namun harga yang ditawarkan merupakan harga keekonomian, yang selama ini ditujukan kalangan industri. Sementara untuk pelaku UKM, nanti ada kebijakan khusus yang mengatur cara mendapatkan BBM bersubsidi.

Menurutnya pola distribusi bagi pelaku UKM itu sedang dibahas di manajemen Pertamina pusat. Terlebih, fokus pelaksanaan di Semarang masih membidik kalangan rumah tangga, belum ke pemilik warung makan seperti di Jakarta.

Ia menambahkan program kebijakan pemerintah ini bukan hal mudah dalam pelaksanaannya, mengingat ketergantungan masyarakat terhadap minyak tanah masih tinggi. Selama ini pola konsumsi masyarakat belum terbiasa dengan elpiji.

Heppy menjelaskan pelaksanaan program konversi di Semarang ini diperhitungkan bisa menghemat subsidi hingga Rp 168,7 miliar. Asumsinya 1.000 liter minyak tanah setara dengan 0,57 kg elpiji. Kuota minyak tanah Kota Semarang selama 2007 sebesar 111.464 kiloliter. (J10,H22-59)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA