logo SUARA MERDEKA
Line
Minggu, 04 Nopember 2007 NASIONAL
Line

Tebing Longsor, Ibu-Anak Tewas Tertimbun

BANJARNEGARA- Kekhawatiran akan munculnya bencana tanah longsor akibat hujan deras yang turun terus menerus sejak tiga hari belakangan ini, akhirnya terjadi. Sebuah tebing dengan tinggi 15 meter dan panjang 50 meter di Dusun Gintung, Desa Binangun, Kecamatan Karangkobar, Banjarnegara, longsor pada Sabtu (3/11) sekitar pukul 17.30. Kejadian itu mengakibatkan Mistem (30) dan anak perempuannya Fika (5) meninggal dunia akibat rumah mereka tertimbun longsoran tanah.

Dua orang yang berhasil selamat adalah Tupar (32), suami Mistem dan satu anak mereka yaitu Fendi (7). Saat ditemukan, Tupar sudah tertimbun tanah dan hanya kepalanya saja yang masih berada di atas permukaan. Sedangkan Fendi masih bisa berlari saat mengetahui akan terjadi longsor.

Kapolsek Karangkobar AKP Paijan saat dihubungi semalam mengatakan, rumah korban berada di dekat tebing tersebut sehingga langsung tertimpa longsoran. Sementara rumah lain yang jaraknya lebih jauh masih aman.

Korban dapat dievakuasi oleh warga, polisi, TNI, dokter dan aparat pemerintah setempat dua jam setelah kejadian atau sekitar pukul 20.00. Yang paling menyulitkan proses evakuasi korban adalah timbunan tanah setinggi tiga meter.

Petugas harus menggali lebih dalam untuk bisa menemukan para korban. Korban rencananya akan dimakamkan hari ini.

''Dua korban meninggal seketika dan dua lainnya luka-luka. Saat itu suami-istri tersebut tengah membuat anyaman besek untuk ikan asin,'' jelas AKP Paijan.

Anak mereka, lanjutnya, baru pulang dari mengaji saat peristiwa itu terjadi. Fendi masih bisa berlari, namun adiknya, Fika justru berlari ke arah ibunya. Sehingga keduanya tertimbun longsoran. Tupar meski tertimbun tanah, masih bisa diselamatkan karena sebatas badan saja.

Tanah longsor di Banjarnegara terakhir terjadi pada pekan lalu. Lima rumah warga Dusun Selaraga, Desa Sirkandi, Kecamatan Purworejo Klampok, terancam ambrol. Dalam kejadian itu tak ada korban jiwa.

Bencana longsor terbesar terjadi pada 4 Januari 2006 di Dusun Gunungraja, Desa Sijeruk, Kecamatan Banjarmangu, dengan korban jiwa 76 orang dan 13 lainnya dinyatakan hilang. Lokasi bencana di Karangkobar ini berada sekitar 20 km dari Sijeruk dan berada di daerah perbukitan Banjarnegara bagian utara yang lebih tinggi dari Sijeruk.(H25-60)


Berita Utama | Bincang - Bincang | Semarang | Karikatur | Olahraga
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA