logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 03 Nopember 2007 NASIONAL
Line

Merajut Kerja Sama Antarnegara (2)

Beijing Pilih Berinvestasi di Indonesia


SM/Bambang Pur PERTEMUAN: Bupati Begug Poernomosidi didampingi Ketua DPRD Sugimin Djoko Suwondo (kesatu dan kedua dari kiri membelakangi lensa), melakukan pertemuan langsung dengan para pimpinan Guangxi State Farms Cina. (62)

SEBAGAI eksportir, Effendy Chan dari Jakarta dan Hendra Jayawinata dari Bangka Belitung, sudah empat tahun rutin memasok tambang batu Galena ke China. Tapi keduanya masih akan mengincar kemungkinan peluang ekspor komoditas lain dari Indonesia ke mancanegara.

''Selama ini, ekspor batu Galena yang kami lakukan lancar-lancar saja,'' ujar Hendra. Kalau sekarang kami berdua datang ke China, timpal Effendy, fokusnya untuk mencari peluang baru ekspor komoditas non-Galena.

Di Nanning Guangxi China, kedua eksportir Indonesia itu bertemu tim kecil Pemkab Wonogiri. Keduanya, berupaya menghubungi Guangxi State Farms, yakni lembaga pertanian Pemerintah China di Provinsi Guangxi, yang memiliki beragam bisnis terintegrasi berskala internasional. ''Berbahagialah Wonogiri yang diundang State Farms untuk membicarakan tindak lanjut rencana China menanamkan investasinya di Wonogiri,'' kata Bupati Begug Poernomosidi.

Dalam buku ''Key Investment Projects'' milik State Farms, rencana China membangun kawasan industri di Wonogiri tercetak di halaman terakhir. Menurut Deputy Director-general Guangxi State Farms Bureau, Sun Daguang, Pemerintah Beijing telah memberikan keputusan untuk mengembangkan industri di luar negeri. ''Jumlahnya hanya untuk sepuluh negara,'' kata Sun.

Tapi untuk negara ASEAN, hanya direkomendasikan dua , salah satunya Indonesia. China menginginkan membangun kawasan industri di lahan sekitar 200 ha di Wonogiri, yang akan ditangani bertahap selama tiga tahun. Tahap pertama, tambah Sun, akan dibangun infrastruktur bernilai 50 juta dolar AS.

Tahap kedua, pembangunan gedung dan kelengkapan fasilitas lainnya, senilai 300 juta dolar AS. Selanjutnya disusul tahap-tahap berikutnya sampai kelak memiliki total investasi sebesar 800 juta dolar AS.

China akan mengawali usaha industri pokok pengolahan singkong berkapasitas 10 ton. Juga memproduksi beragam alat pertanian. Produk pengolahan singkongnya, kelak akan menghasilkan tepung tapioka, glukosa, alkohol, dan bahan kimia lain.

Semua yang dihasilkan itu akan dapat dijadikan bahan baku aneka makanan dan produk kimia lainnya. ''Karena itu, nanti kami juga akan mengusung lima puluh pengusaha aneka industri ke Wonogiri,'' jelas Sun.

Ketua DPRD Wonogiri Sugimin Djoko Suwondo langsung memberikan respons positif. ''Ini merupakan peluang yang tidak baen-baen (kecil-Red). Jangan sampai diabaikan oleh Wonogiri,'' tutur dia.

Bupati, tandas Sugimin, perlu segera mengusahakan lahan yang diminta China. Sebab dari pembangunan kawasan industri China di Wonogiri, akan dipetik manfaat multiguna.

Satu sisi, menyerap sekitar 15.000 tenaga kerja, sehingga pengangguran terkurangi. Di sisi lain, mengangkat singkong yang selama ini hanya menjadi komoditas murahan. ''Pemerintah Indonesia pun akan mendapatkan devisa,'' kata Sugimin. (Bambang Pur-62)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA