logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 03 Nopember 2007 NASIONAL
Line

Rawan Bencana, Kebumen Perlu Jaga Keseimbangan Ekologis


SM/Sutomo KUNJUNGI KEBUMEN:(Dari kanan) Ir Budi Santoso, Dra Hj Rustriningsih MSi, Dra Nafisah Sahal, Dr Sudharto MA, dan KH Achmad Chalwani saat berdialog.(30)

KEBUMEN - Menyandang predikat peringkat ketiga se-Jateng sebagai daerah rawan banjir dan longsor, menjadi perhatian serius Kabupaten Kebumen. Tak hanya Pemkab, peran masyarakat dan organisasi pun dinilai penting untuk meminimalisasi kerawanan bencana itu.

Dalam kunjungan kerja anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) asal daerah pemilihan Jateng di Kebumen, Jumat (2/11), Bupati Dra Hj Rustriningsih MSi mengungkapkan, dengan datangnya hujan, Pemkab harus mengantisipasi bencana yang mungkin terjadi. Sebab sebagian wilayah di kabupaten seluas 1.281,115 km2 itu, terutama pesisir, merupakan daerah rawan banjir, sedangkan yang pegunungan rawan tanah longsor.

Di hadapan empat anggota DPD, Ir Budi Santoso, Dra Nafisah Sahal, Dr Sudharto MA, dan KH Achmad Chalwani, serta ratusan peserta yang hadir dalam dialog penyerapan aspirasi di pendapa kabupaten, Bupati juga menyampaikan, struktur ekonomi kabupaten dengan 26 kecamatan, 449 desa, dan 11 kelurahan itu, bertumpu pada sektor pertanian. Untuk menunjang sektor itu, sarana dan prasarana penunjang pertanian merupakan hal penting.

Di kabupaten berpenduduk 1,2 juta jiwa tersebut terdapat dua waduk besar, Sempor dan Wadaslintang. Waduk Sempor mampu mengairi areal sawah seluas 6.478 hektare, sedangkan Wadaslintang 31.082 hektare. Setiap kemarau terjadi kekeringan di beberapa sumber mata air. ''Seperti halnya tahun ini, kedua waduk itu mengalami defisit debit air.''

Dalam dialog yang dipandu Kabag Tata Pemerintahan Umum dan Otda Setda Ahmad Ujang, Ketua PCNU Kebumen Masykur Rozak mengatakan, ormasnya telah membentuk Gerakan Nasional Kehutanan dan Lingkungan Hidup, yang merupakan kerja sama NU dengan Perhutani. Diharapkan, gerakan itu mampu memberikan andil dalam memelihara kelestarian lingkungan dan meminimalisasi kerawanan bencana.

Ir Budi Santoso menyambut positif upaya PCNU. Menurut dia, keseimbangan ekologis memang perlu dijaga. Selain itu, wilayah yang menjadi daerah tangkapan air juga perlu dipertahankan.

DAU Meleset

Rustriningsih juga mengeluhkan jumlah dana alokasi umum (DAU) untuk Kebumen. Padahal lebih dari 4.000 CPNS harus digaji oleh Pemkab pada 2008, dan untuk memenuhinya mengandalkan kucuran DAU. ''Tapi DAU Kebumen meleset dari harapan,'' kata dia.

Menurut Dr Sudharto, Pemerintah Pusat perlu menambah alokasi dasar untuk membayar gaji pegawai. Selain persoalan DAU, audiens juga menyampaikan hal lain seperti perlunya pondok pesantren mendapatkan dana bantuan operasional sekolah (BOS) dan askes bagi kiai pondok.

Selain itu, kekerasan yang dirasakan para pengamen dan pengasong di kereta api, kesinambungan anggaran Pusat untuk proyek multi years, serta pemenuhan sarana dan sarana untuk tim rukyatul hilal NU.

Achmad Chalwani dan Hj Nafisah akan menyampaikan aspirasi dalam sidang paripurna DPD serta diusulkan ke instansi terkait. (G7,B3-62)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA