logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 03 Nopember 2007 NASIONAL
Line

KEBAKARAN

Pedagang Kecil Kembali Merintih (1)

Saat Tiba di Pasar, Semuanya Telah Jadi Arang


SM/Ruli Aditio DI PINGGIR JALAN: Seorang pedagang daging menggelar dagangannya di antara mobil yang diparkir di jalan dekat Pasar Bitingan.(30)

Kebakaran pasar terjadi lagi. Untuk kali kedua, Pasar Bitingan Kudus ludes dilalap api. Dampak paling hebat dirasakan pedagang kecil di pasar itu. Berikut laporannya. AMUK api yang menghanguskan lantai 2 Pasar Bitingan Kota Kudus mencekat tenggorokan para pedagang. Fajar kemarin itu, seperti biasanya, mereka tengah bersiap-siap untuk meninggalkan rumah masing-masing. Satu tujuan, menggelar dagangan di kiosnya.

Namun, sesampai di pasar, mereka tercengang, kaget, dan bahkan syok melihat lidah api menjilat-jilat tempatnya berjualan. Dibelit kepanikan, mereka pun berupaya menyelematkan barang dagangan yang mungkin masih bisa diselamatkan. Ada yang sekenanya menyeret ember atau kotak kayu tempat buah, serta bermacam jenis dagangan lain.

Buah mangga, jeruk, dan sawi bertebaran di salah satu sudut lantai pasar. Di sisi yang lain ikan lele dan daging ayam dibiarkan tergeletak begitu saja, berdekatan dengan onggokan barang-barang yang tidak bisa diselamatkan pemiliknya.

Peristiwa tersebut bagai pengulangan tangis pilu mereka, yakni saat 1 November 2001, tiga perempat bangunan Pasar Bitingan ludes dilalap api. "Kebakaran tahun 2001 memang lebih hebat kerusakannya, tapi dagangan saya dapat diselamatkan," kata pedagang buah dan bahan pembuat roti, Afiana.

Tidak sama nasib Afiana pada kebakaran kemarin, meski hari pasaran saat peristiwa itu terjadi sama-sama Jumat Pon. "Sekarang ini (kemarin), saya tidak ada kesempatan untuk menyelamatkan dagangan. Saat saya datang, semuanya telah menjadi arang," ujarnya.

Sementara Badrun (40), mengaku lebih bernasib apes. Dua kali kebakaran, dua kali pula barang dagangannya tidak dapat diselamatkan. Los ukuran 2 X 3 meter yang dimilikinya hangus tak bersisa. "Sekarang rugi Rp 10 juta, tahun 2001 juga sekitar itu," ungkapnya.

Rekannya, Zaroah, bahkan telat mendengar adanya musibah tersebut. Ia belum tahu kalau Pasar Bitingan terbakar, saat warga Jepara itu dalam perjalanan menuju ke Kudus. "Saya memang tidak tahu ada kebakaran, karena rumah saya di Jepara. Tahunya justru dari tetangga," tuturnya. Ia mengaku mengalami kerugian Rp 12 juta.

Sejumlah dugaan tentang penyebab kebakaran mulai bermunculan. Terlebih, sebelumnya di kota-kota lain juga terjadi hal serupa. Namun, sejumlah pedagang yang ditemui mengaku enggan untuk memperpanjang dugaan-dugaan tersebut. "Saya lebih memikirkan bagaimana saya harus berjualan esok pagi," ujar salah seorang pedagang.

Soal dugaan penyebab kebakaran karena hubungan arus pendek listrik, Kepala Kantor Pasar Suwondo mempunyai penilaian lain. Menurutnya, banyak pedagang yang asal main pasang instalasi listrik di tempat mereka berjualan. Hal tersebut dilakukan dengan menggunakan jasa tukang BTL (Biro Teknik Listrik).

"Namun, saat ini yang seperti itu jumlahnya sudah semakin berkurang," katanya. (Anton WH,Ruli Aditio-60)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA