| Sabtu, 03 Nopember 2007 | NASIONAL |
Roda Depan Pesawat Mandala Sulit TurunMALANG- Musibah yang menimpa pesawat Mandala Boeing 737-200 dengan nomor penerbangan RIL-260, menurut keterangan Danlanud Abdulrachman Saleh Marsama TNI Irawan Supomo, kemungkinan karena pesawat mengalami down lock atau roda depan sulit turun untuk landing. Meski demikian, pilot masih bisa mengendalikan pesawat tersebut, sehingga bisa diberhentikan dengan baik. Dia masih belum bisa memastikan penyebab utama terjadinya peristiwa tersebut, namun diduga dipicu tidak turunya roda bagian depan. Kondisi pesawat tidak mengalami kerusakan berarti, hanya bagian kepala menempel di aspal landasan pacu. Menurut Kepala Dinas Operasi (Kadisops) TNI AU Lanud Abdulrachman Saleh Kolonel Pnb Ismed Ismaya, akibat adanya kecelakaan pesawat Mandala Air semua jadwal penerbangan dibatalkan sampai batas waktu yang belum bisa ditentukan. Bahkan pascakecelakaan, pesawat Sriwijaya Air yang dijadwalkan datang dari Jakarta pukul 14.30 dan dialihkan semuanya lewat Bandara Juanda Surabaya. Hingga kemarin (2/11) penumpang Sriwijaya maupun Mandala masih dilewatkan Juanda. Hal serupa juga dilakukan penerbangan Mandala dengan rute Malang-Balikpapan, yang seharusnya berangkat pukul 14.00, untuk sementara juga dialihkan melalui Bandara Juanda. Alasan penghentian seluruh kegiatan penerbangan di Lanud Abdulrachman Saleh, karena pesawat naas itu masih belum bisa diangkat. Sebab masih menunggu proses penyelidikan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Pihak Maskapai Mandala Air perwakilan Malang belum memberi penjelasan seputar musibah itu. Manager Mandala Air Malang, Syahrizal tidak mau memberikan keterangan apa pun terkait kejadian tersebut. Sebagaimana diketahui, pesawat komersial milik maskapai penerbangan Mandala Air, jurusan Jakarta-Malang, Kamis (1/11) pukul 13.24, mengalami kerusakan roda depan saat melakukan pendaratan. Pesawat jenis Boeing 737-200 dengan pilot Tri Susiadi dan kopilot Rifki Novianto tersebut mengangkut 89 penumpang. (jo-46) |