| Sabtu, 03 Nopember 2007 | NASIONAL |
Positif Doping, Hingis Mundur
ZURICH- Mantan petenis nomor satu dunia, Martina Hingis, mengumumkan pengunduran diri dari kancah tenis profesional, Kamis waktu setempat (Jumat dinihari WIB). Keputusan tersebut diambil setelah dia dinyatakan positif menggunakan doping jenis kokain pada turnamen Wimbledon tahun ini. "Hasil pemeriksaan menunjukkan positif doping, tapi saya tak pernah menggunakan obat terlarang. Saya tetap merasa 100 persen bersih," kata juara Grand Slam lima kali itu dalam konferensi pers. Dengan meneteskan air mata, petenis asal Swiss itu membacakan pernyataan tertulisnya di hadapan wartawan. Dia kemudian meninggalkan ruangan dengan tak berbicara sepatah kata pun. Menurut manajernya, Hingis sangat shock mengetahui hasil pemeriksaan yang menunjukkan dirinya menggunakan doping. Begitu terpukulnya atlet berusia 27 tahun itu, sehingga dia memutuskan berbicara langsung kepada media. "Secara pribadi, saya merasa sangat ngeri. Ketika kali pertama kali diberitahu, saya sangat terpukul dan terkejut," kata Hingis. Dia menambahkan, pemeriksaan pribadi sebagai pembanding sudah dilakukan dan dinyatakan negatif. Hal itu sudah diungkapkan kepada pengacaranya. "Pengacara dan ahli menemukan beberapa zat yang tak berkaitan dengan doping ketika mereka memeriksa urine saya dalam Wimbledon. Para ofisial mungkin salah dalam pemeriksaan urine itu. Mereka juga tak dapat membuktikan apakah urine yang diperiksa itu benar-benar milik saya," terang Hingis. Frustasi Petenis kelahiran Slovakia tersebut sudah diberi tahu bahwa usaha merehabilitasi namanya akan memakan waktu bertahun-tahun. Karena itu, dia tak ingin membuang waktu hanya untuk membersihkan tuduhan itu. "Saya frustrasi dan marah. Faktanya, hal paling sulit yang saya hadapi secara fisik adalah untuk tetap bertanding. Karena situasi sudah seperti ini, terkait masalah usia dan kesehatan, saya memutuskan untuk tidak lagi bermain dan mengikuti tur," imbuhnya. Setelah namanya melejit sejak turun ke arena profesional, Hingis sempat mengalami cedera urat akut sehingga gantung raket pada 2003. Dalam awal comeback-nya tahun lalu, dia tampil mengejutkan dengan meraih dua titel kampiun. Akhir musim 2006, Hingis menempati rangking ketujuh dunia. Ketika memutuskan mundur, dia berperingkat 12. WTA melalui pernyataan singkat Ketua Eksekutif Larry Scott, menyatakan penghargaan atas sejumlah pencapaian Hingis di lapangan. "WTA belum menerima resmi informasi tentang masalah Hingis itu. Kami tak berada dalam posisi yang harus memberikan komentar tentang hasil pemeriksaan tersebut," kata Scott Asosiasi Tenis Swiss secara khusus juga mengangkat kehebatan Hingis sebagai petenis. "Martina Hingis merupakan pemain hebat. Dia merupakan teladan dan figur utama tenis Swiss. Kami menyesal bila dia mengakhiri karier seperti itu," kata Presiden Asosiasi Rene Stammbach. (rtr,H29-78) | ||||